Internasional

Harta Karun Emas Leluhur Eropa Ditemukan, Berusia 2.000 Tahun

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 January 2022 17:00
Koin emas peninggalan Romawi yang ditemukan di Italia. (Dok: Italian Ministry of Culture)

Jakarta, CNBC Indonesia - Puluhan keping koin Celtic ditemukan di negara bagian Brandenburg, Jerman. Harta karun leluhur Eropa itu diperkirakan berasal dari 2.000 tahun yang lalu.

Setidaknya ada 41 koin emas. Ini merupakan harta emas Celtic pertama yang diketahui di Brandenburg.


Temuan ini sendiri diumumkan oleh Menteri Kebudayaan di Brandenburg, Manja Schüle. Mengutip Livescience dan Newsweek, ini adalah penemuan terbesar di wilayah itu.

"Tidak pernah ada harta emas dari Celtic di Brandenburg. Sebanyak 41 koin emas yang ditemukan sekarang adalah sensasi ... yang tak tergantikan dan memberikan pandangan langka ke masa lalu kita," ujar Schue, dikutip Selasa (25/1/2022).

Bagaimana awal mulanya?

Sebenarnya koin-koin itu sudah ditemukan arkeolog amatir bernama Wolfang Herkt. Ia menemukannya sejak 2017.

Awalnya ia mendapatkan 10 koin. Kemudian bertambah 31 koin.

"Penemuan sekali seamer hidup," kata Herkt.

Koin-koin itu berbentuk melengkung. Ini disebut "regenbogenschüsselchen" atau "cangkir pelangi" di Jerman.

Dari 41 koin emas, 19 adalah koin yang dikenal sebagai stater (nama koin di masa Yunani kuno). Di mana koin tersebut memiliki diameter 0,7 inci (2 sentimeter) dan berat rata-rata 0,2 ons (7,3 gram).

Sementara 22 lainnya adalah 1/4 stater. Di mana yang memiliki diameter lebih kecil 0,5 inci (1,4 cm) dan berat rata-rata 0,06 ons (1,8 g).

Seluruh koin yang ditemukan tidak memiliki gambar. Kemungkinan berasal dari jaman besi akhir, 125 SM dan 30 SM.

Masih menjadi misteri mengapa koleksi ini koin ini berakhir di Brandenburg. Sebab budaya Celtic tidak tinggal di Brandenburg, sehingga penemuan menunjukkan bahwa Zaman Besi Eropa memiliki jaringan perdagangan yang luas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Daftar Harta Karun RI Bikin Kaya, Ada yang Nilainya Rp5.736 T


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading