Sakti! Sri Mulyani Bikin RI Tak Banyak Bergantung ke Asing

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
24 January 2022 14:10
Negara Pemberi Utang Terbanyak ke RI

Jakarta,CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berupaya mengurangi porsi asing dalam kepemilikan surat utang Indonesia.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Lucky Alfirman. Ia menuturkan, saat ini proporsi kepemilikan asing turun terus, tahun 2020 turun menjadi 25%, dan di tahun 2021 turun menjadi 19,3%.


Padahal, jika dilihat sebelum pandemi, porsi kepemilikan SBN Indonesia oleh asing mencapai lebih 38%-39%.

"Artinya kita mengurangi ketergantungan dan kerentanan asing," ujar Lucky dalam Launching dan Pembukaan Masa Penawaran Obligasi Negara Ritel Seri ORI021, Senin (24/1/2022).

Dengan penurunan porsi asing, artinya pemerintah tidak lagi khawatir apabila ada gejolak di pasar keuangan global sehingga nilai tukar rupiah tetap kuat dalam kondisi apapun.

Lucky menambahkan, kunci lepas dari ketergantungan asing ialah penguatan basis investor domestik, termasuk yang sifatnya ritel atau individu. Untuk itu, pemerintah terus menggali investor domestik melalui dikeluarkannya SBN ritel.

Terbaru, pemerintah melalui DJPPR Kementerian Keuangan akhirnya resmi meluncurkan Obligasi Negara Ritel atau ORI021 pada Senin (24/1/2022).

Tujuan dari peluncuran ORI21 ini yakni untuk penguatan basis investor domestik, termasuk yang sifatnya ritel atau individu, serta mengurangi ketergantungan dari luar (asing).

"Soal potensi, kita sudah memakai SID untuk pembelian SBN kita. Saat ini jumlah investor kita ada 550 ribu investor. SID yg terdaftar di pasar modal sudah mencapai 7,5 juta. Ini peluangnya sangat besar," tutup Lucky.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Utang RI Menumpuk, Bagaimana Cara Bayarnya Bu Sri Mulyani?


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading