Anggota DPR Riuh Saat Sri Mulyani Pamer Baju Merah

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 January 2022 12:53
KOMISI XI DPR RI RAPAT KERJA DENGAN MENTERI KEUANGAN RI, SRI MULYANI (Tangakapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ruang rapat komisi XI hari ini dipenuhi keriuhan. Ini terjadi saat rapat kerja dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan jajaran eselon I Kementerian Keuangan.

Salah satu candaan yang membuat rapat terasa santai adalah mengenai presentasi Bendahara negara ini yang menggunakan berbagai warna. Salah satunya warna merah yang biasanya memang digunakan menggambarkan perbedaan seperti tahun atau nilai yang berbeda.


"Memang kalau dilihat sebelah kanan, merah-merah itu sama kayak baju saya hari ini," ujar Sri Mulyani saat memaparkan kondisi kepemilikan SBN, Selasa, Rabu (19/1/2022).

Pengucapan warna merah tersebut pun disambut riuh oleh anggota dewan sehingga kembali dijelaskan oleh Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu. Dimana tidak ada kaitannya warna merah dengan para anggota dewan terutama warna partai manapun.

"Ini warna merah betulan pak. Tidak ada hubungan dengan bapak ibu sekalian. Bapak ibu sekalian sekarang sensitif sama warna nih," imbuhnya sambil tertawa yang disambut tawa anggota dewan.

KOMISI XI DPR RI RAPAT KERJA DENGAN MENTERI KEUANGAN RI, SRI MULYANI (Tangakapan Layar Youtube)Foto: KOMISI XI DPR RI RAPAT KERJA DENGAN MENTERI KEUANGAN RI, SRI MULYANI (Tangakapan Layar Youtube)
KOMISI XI DPR RI RAPAT KERJA DENGAN MENTERI KEUANGAN RI, SRI MULYANI (Tangakapan Layar Youtube)

Ia pun melanjutkan, kondisi Indonesia saat ini cukup baik dibandingkan negara lainnya. Terutama dari komposisi kepemilikan SBN yang didominasi oleh investor domestik.

Kepemilikan investor asing di SBN makin berkurang dari beberapa tahun lalu sehingga saat terjadi outflow tidak terlalu menekan nilai tukar rupiah dalam negeri. Dimana saat 2019 kepemilikan asing di SBN sebesar 38,5%, kemudian di 2020 turun menjadi 25% dan di 2019 makin kecil menjadi 19,7%.

"Jadi walaupun tadi capital outflow terjadi kita yield tetap bisa bertahan. Ini juga karena ketergantungan terhadap asing sangat menurun dan underlying ekonomi maupun APBN relatif kredibel dan kuat yang menyebabkan investor itu relatif tetap terjaga," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemerintah & Banggar Sepakati Pertumbuhan Ekonomi 2022 5,2%


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading