Internasional

Cerita Bill Gates 'Pernah' Untung Investasi Vaksin Rp 2.800 T

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 January 2022 07:32
Bill Gates, chairman of the Bill & Melinda Gates Foundation, listens during a session at the annual meeting of the World Economic Forum in Davos, Switzerland, Tuesday, Jan. 22, 2019. (AP Photo/Markus Schreiber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu individu terkaya sejagad, Bill Gates, mengklaim berinvestasi pada organisasi yang meningkatkan akses vaksin global dapat memberikan keuntungan ekonomi hingga berkali-kali lipat. Namun bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk dunia.

Gates mengaku selama dua dekade terakhir yayasan amalnya, Bill and Melinda Gates Foundation, telah menyumbangkan "lebih dari US$ 10 miliar" kepada tiga kelompok utamanya. Meliputi Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi, Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria, dan Inisiatif Pemberantasan Polio Global.

"Kami merasa ada pengembalian 20 banding 1, menghasilkan US$ 200 miliar (Rp 2.800 triliun) selama 20 tahun," ujarnya dikutip dari CNBC International dalam sebuah wawancara di 2019, dikutip Selasa (18/1/2022).


"Membantu anak-anak kecil hidup, mendapatkan nutrisi yang tepat, berkontribusi pada negara mereka, memiliki pengembalian yang melampaui pengembalian finansial biasa."

Di kesempatan yang sama, ia juga memberikan pesan untuk orang tua yang takut efek samping vaksin sebagai alasan untuk tidak memberikan suntikan vaksin kepada anak-anak mereka. Ia mengatakan ini salah dan membahayakan.

"Sungguh liar bahwa hanya karena Anda mendapatkan informasi yang salah, mengira Anda melindungi anak Anda. Anda sebenarnya membahayakan anak Anda, serta semua anak lain di sekitar mereka," ujar pendiri Microsoft itu.

Gates juga menegaskan bahwa dengan adanya vaksin dunia tidak boleh berpuas diri. Pasalnya masih banyak misinformasi yang beredar di masyarakat dan terkadang kesalahan ini menimbulkan kematian.

"Ketika Anda mendapatkan penyakit dalam jumlah kecil, orang-orang lupa. Jadi mereka mundur. Mereka berpikir, 'Astaga, saya mendengar dari rumor'," katanya lagi.

"Semakin banyak alasan ... akhirnya campak muncul. Anak-anak sakit. Dan terkadang mereka meninggal," tambahnya lagi menjelaskan soal kesalahan informasi ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bill Gates Beberkan 2 Strategi Sederhana Akhiri Pandemi Covid


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading