Erick Lantik CEO Dentsu Jadi Direktur Holding BUMN Pariwisata

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
14 January 2022 17:05
Presiden Jokowi Luncurkan Injourney Holding Pariwisata dan Pendukung, Lombok Tengah, 13 Januari 2022 (Tangkapan layar youtube setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Maya Watono sebagai Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Maya sebelumnya merupakan CEO dari PT Dentsu Indonesia, perusahaan advertising agency multinasional di Indonesia. Pelantikan maya dilakukan secara online melalui Surat Keputusan Menteri BUMN pada Jumat (14/1/2022).

"Ini keputusan perjalanan panjang, menimbang 3 bulan, sampai akhirnya menyatakan iya menjadi Direktur Marketing Injourney. Sampai akhirnya menyatakan iya, karena memang berat sekali meninggalkan Dentsu yang 15 tahun saya ada," jelasnya.


Dia mengatakan ini adalah tantangan baru. Karena dia juga harus berkontribusi bagi negara tidak hanya mementingkan karir semata.

InJourney ini akan menjadi holding pariwisata terbesar di Asia Tenggara, sehingga ini bukan tugas yang mudah.

"Kita tahu di Singapura ada Holding Temasek yang bisa memaksimalkan potensinya dan luar biasa. Kita bisa lihat koneksi antara aviasi dan pariwisata untuk negara yang besarnya hanya pulau Samosir," jelasnya.

"Tapi income dari hub dan ekosistem yang terintegrasi ekosistem bisa menciptakan GDP luar biasa. Sementara Indonesia belum bisa memanfaatkan secara maksimal aset negara," tambahnya.

Targetnya pada adalah mengembalikan industri pariwisata yang terpuruk karena pandemi. Dimana wisatawan mancanegara bisa mendatangkan 17 juta orang, 330 juta wisatawan nusantara, serta 4,5% GDP atau 13 juta lapangan kerja.

"Targetnya memberikan jump start setelah post pandemi juga membuat ekosistem pariwisata," jelasnya.

Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Injourney alias Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung pada Kamis (13/1) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Holding ini sebelumnya terbentuk pada Oktober 2021 lalu.

Erick berharap, dengan penggabungan ekosistem anggota holding pariwisata ini, total aset holding BUMN pariwisata ini akan mencapai Rp260 triliun di tahun 2024 dengan potensi penjualan yang terus meningkat.


[Gambas:Video CNBC]

(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading