Pengusaha Tanah Air Bangkit!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 January 2022 10:49
Pembeli memilih kain di salah satu toko tekstil di Pasar Baru, Jakarta, Selasa (6/4/2021). Pemerintah didesak untuk segera memberlakukan penerapan safequard atau perlindungan karena makin markanya produksi tekstil impor di Indonesia. Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Rizal Tanzil Rakhman menyebutkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sektor kain atau garmen saat ini tengah menghadapi gempuran impor kain yang mencapai 46 persen. Pantauan CNBC Indonesia kain didatangkan langsung dari Tiongkok, India dan Italia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Garmen (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) melaporkan kegiatan dunia usaha pada kuartal IV-2021 tumbuh positif. Tren ini kemungkinan akan berlanjut pada kuartal I-2022.

Pada Jumat (14/1/2022), BI merilis laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU). Hasilnya, ada sinyal kegiatan dunia usaha pada kuartal IV-2021 tumbuh positif.

"Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 7,1%, sedikit lebih rendah dari SBT sebesar 7,58% pada triwulan III 2021, namun meningkat dibandingkan dengan SBT sebesar -3,90% pada triwulan IV 2020. Peningkatan kinerja usaha terindikasi pada sektor Industri Pengolahan, Perdagangan, Hotel dan Restoran dan Pengangkutan, serta Komunikasi, didorong oleh meningkatnya permintaan sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai daerah, serta perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun," tulis laporan BI.


Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, lanjut laporan BI, kapasitas produksi terpakai pada kuartal IV-2021 tercatat sebesar 72,6%, sedikit lebih rendah dari 73,3% pada kuartal sebelumnya. Namun lebih tinggi dibandingkan dengan 71,96% pada kuartal IV-2020.

Penggunaan tenaga kerja diindikasikan membaik meski masih dalam fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan kondisi pada periode sebelumnya, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, didukung oleh akses pembiayaan yang lebih mudah.

"Pada triwulan I 2022, responden memprakirakan kegiatan usaha akan meningkat dengan SBT sebesar 9,39%. Peningkatan tersebut bersumber dari beberapa sektor utama yang mencatat kinerja positif, terutama sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan, sejalan dengan periode panen raya tanaman bahan makanan, serta sektor Industri Pengolahan seiring dengan prakiraan meningkatnya permintaan," tutup keterangan BI.


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading