Internasional

Ngeri! Banyak Crazy Rich China 'Jatuh Miskin', Ada Jack Ma

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 January 2022 07:50
Jack Ma, pendiri Alibaba Group, mengunjungi penanam bunga Belanda Anthura di kota Bleiswijk. (REUTERS/Charles Platiau)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun lalu masih menjadi tahun yang dramatis bagi para orang terkaya di dunia. Meski Covid-19 masih menyerang, sebanyak 2.660 miliarder tercatat memperoleh kekayaan sekitar US$ 1,6 triliun dari Januari hingga awal Desember.

Sebaliknya, ada para orang kaya yang 'jatuh miskin' sepanjang tahun 2021. Setidaknya ada 10 taipan yang kehilangan kekayaan paling banyak pada tahun 2021. Kekayaan bersih mereka turun secara kolektif US$ 152 miliar.


Melansir Forbes, penurunan kekayaan paling parah terjadi di China. Setidaknya ada enam dari 10 miliarder di dunia yang kekayaannya tergerus berasal dari Negeri Tirai Bambu.

"Meningkatnya tindakan keras regulasi oleh pemerintah China pada industri mulai dari e-commerce hingga bimbingan belajar setelah sekolah mendorong aksi jual saham yang tajam yang menghapus nilai ratusan miliar dolar dari perusahaan China," tulis Forbes.

Berikut daftar orang-orang terkaya di dunia yang 'jatuh miskin' sepanjang tahun 2021:

1. Colin Zheng Huang (China)

Peraturan dan tindakan keras pemerintah China sangat merugikan Huang, pendiri platform e-commerce Pinduoduo. Miliarder itu kehilangan 64% kekayaannya tahun ini karena saham Pinduoduo turun dengan jumlah yang hampir sama.

Harta Huang turun US$ 40,2 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 22,4 miliar.

2. Jack Ma (China)

Jack Ma, yang pernah menjadi orang terkaya di China dan paling vokal, harus 'jatuh miskin' setelah regulator pemerintah mengambil tindakan keras terhadap perusahaannya. Regulator China pertama kali membatalkan IPO yang direncanakan oleh Ant Group senilai US$ 35 miliar pada November 2020.

Tidak hanya itu, China juga mengincar Alibaba, raksasa e-commerce yang didirikan oleh Ma, dengan denda US$ 2,8 miliar pada April. Alibaba dituduh melanggar aturan anti-monopoli, dan ini menjadi hukuman antimonopoli tertinggi yang pernah diterapkan di China. Kapitalisasi pasar Alibaba turun lebih dari 46% sepanjang tahun ini, membabat US$ 37 miliar dari kekayaannya yang turun 37%.

Harta Ma turun US$ 21,4 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 37 miliar.

3. Hui Ka Yan (China)

Hui adalah salah satu miliarder yang 'jatuh miskin' untuk dua tahun berturut-turut. Raksasa real estat Evergrande Group, yang ia dirikan dan pimpin, gagal membayar utangnya senilai US$ 300 miliar kepada investor global untuk pertama kalinya pada Desember.

Meski begitu, Hui berjuang untuk menjaga perusahaan tetap hidup dengan menyuntikkan US$ 1 miliar dari kekayaan pribadinya. Akibatnya harta Hui turun US$ 18 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 9,1 miliar.

4. Zhang Yong (Singapura)

Zhang Yong adalah pendiri dan ketua Haidilao, jaringan restoran hotpot terbesar di China, yang juga memiliki lokasi di seluruh dunia. Pandemi Covid-19 membuat perusahaannya merugi saat mencoba ekspansi. Saham turun 71% pada tahun ini hingga 15 Desember, membuat Zhang, yang memiliki kekayaan US$ 23 miliar pada April, 68% lebih miskin dari sebelumnya.

Harta Zhang turun US$ 15,9 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 7,6 miliar.

5. Tadashi Yanai (Jepang)

Yanai kehilangan sekitar sepertiga dari kekayaannya tahun 2021 setelah saham kerajaan pakaiannya yang berbasis di Tokyo, Fast Retailing, pemilik merek populer Uniqlo and Theory, turun sekitar 34%. Meskipun pendapatan untuk tahun ini hingga Agustus 2021 tumbuh 6% dan laba sebelum pajak melonjak lebih dari 70% dari tahun 2020, retail masih sangat dipengaruhi oleh pembatasan dan penguncian Covid-19.

Harta Yanai turun US$ 14 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 30.4 miliar.

6. Lei Jun (China)

Kekayaan Lei, pendiri dan ketua Xiaomi, hampir turun setengahnya tahun ini. Meskipun menghindari pengawasan peraturan yang merusak perusahaan raksasa teknologi China lainnya, Xiaomi harus mengalami masalah rantai pasokan, seperti kekurangan chip global.

Harta Lei turun US$ 14 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 16,3 miliar.

7. Masayoshi Son (Jepang)

Ketidakpastian yang mengganggu perusahaan China juga berdampak besar pada Masayoshi Son, pendiri dan CEO raksasa investasi Jepang Softbank Group. Serangan pemerintah China terhadap perusahaan investasi utamanya, seperti Alibaba hingga aplikasi ride-hailing Didi Global, ditambah dengan anjloknya nilai beberapa IPO Softbank, menyebabkan rekor kerugian sebesar US$ 7,3 miliar untuk Dana Visi Softbank dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 September. Saham yang merosot telah memangkas 35% dari kekayaan Son.

Harta Son turun US$ 13,6 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 25,1 miliar.

8. Daniel Gilbert (Amerika Serikat)

Tahun 2021 penuh gejolak bagi harga saham perusahaan hipotek Rocket Companies milik Gilbert. Sebab saham pemberi pinjaman online telah turun 62% sejak puncaknya pada 15 Desember di tengah perlambatan pendapatan dan keuntungan dari bisnis booming siklus 2020, ketika pembiayaan kembali hipotek melonjak.

Harta Gilbert turun US$13,2 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 29,6 miliar.

9. Zhang Bangxin (China)

Zhang, salah satu pendiri dan ketua perusahaan layanan pendidikan TAL Education, juga menjadi target pemerintah. Saham perusahaan ini anjlok ketika regulator meluncurkan aturan baru yang ketat, termasuk larangan meningkatkan modal dari investor luar negeri dan melalui daftar publik dan persyaratan bagi perusahaan bimbingan belajar yang mengajar mata pelajaran sekolah untuk mendaftar sebagai organisasi nirlaba.

Kekayaan Zhang turun US$ 11,3 miliar atau hampir 90% dengan kekayaan bersih terkini US$ 1,2 miliar.

10. Zhong Huijuan (China)

Zhong adalah pendiri, ketua sekaligus CEO dari produsen obat Cina Hansoh Pharmaceutical. Namun tahun ini sahamnya telah jatuh lebih dari 50% pada tahun 2021 dan sekarang di bawah harga pencatatan IPO HK$ 14,26 (US$ 1,82) per saham. Akibatnya, kekayaan Zhong turun 51% tahun ini. Dia menikah dengan miliarder China Sun Piaoyang, yang menjalankan perusahaan farmasi Jiangsu.

Harta Zhong turun US$ 10,4 miliar, dengan kekayaan bersih terkini US$ 10 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

10 Crazy Rich Terbaru Dunia 2021, Bezos Lengser


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading