Internasional

Tanpa Pfizer Sinovac Cs, Vaksinasi Negara Ini Tembus 85%

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
13 January 2022 20:52
FILE PHOTO: A healthcare worker fills a syringe with a dose of Bharat Biotech's COVID-19 vaccine called COVAXIN, during the coronavirus disease (COVID-19) vaccination campaign at All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) hospital in New Delhi, India, January 16, 2021. REUTERS/Adnan Abidi/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Kuba menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia. Menurut data yang diberikan Our World In Data, Negeri Fidel Castro itu telah menyuntikkan 31,7 juta vaksin kepada 85,9% warganya per Kamis, (13/1/2022).

Cepatnya angka vaksinasi di negara itu bukan tanpa alasan. Profesor emeritus di program Amerika Latin Universitas Dalhousie di Nova Scotia, Kanada, John Kirk, mengatakan bahwa ini didorong oleh langkah Havana untuk menciptakan vaksin sendiri.

Ia menyebut Kuba memang menjadi negara yang banyak melakukan fokus riset ke bidang kesehatan dan farmasi. Sejauh ini negara pulau yang terletak di Karibia itu telah memproduksi 5 vaksin Covid-19. Bahkan tiga vaksin yang dikembangkan Havana yakni Abdala, Soberana 02 dan Soberana Plus diklaim efektif 90% melawan corona setelah 3 dosis.


"Hanya keberanian belaka dari negara kecil kecil ini untuk memproduksi vaksinnya sendiri dan memvaksinasi sekitar 90% dari populasinya adalah hal yang luar biasa," ujar John kepada CNBC International.

Vaksin produksi negara itu pun juga memilik teknologi yang cukup berbeda dengan beberapa vaksin lainnya. Bila Pfizer dan Moderna yang menggunakan teknologi mRNA dan Sinovac menggunakan virus tidak aktif, vaksin-vaksin Kuba justru memakai teknologi protein subunit.

Vaksin dengan teknologi ini pun cukup murah untuk diproduksi. Selain itu, vaksin ini juga tidak memerlukan fasilitas pendingin yang mampu membekukan hingga cairan dalam vaksin.

Menurut pakar Kuba dan dosen sejarah ekonomi dan sosial di Universitas Glasgow, Skotlandia, Helen Yaffe, vaksin-vaksin made in cuba ini dapat menjadi jalan keluar bagi persoalan distribusi vaksin ke negara-negara yang masih kekurangan akses vaksin.

Ia optimis mengingat sejauh ini laboratorium pengembangan vaksin di Kuba telah disertifikasi WHO. Untuk izin edar vaksin diharapkan mampu keluar pada kuartal pertama 2022.

"Saya pikir jelas bahwa banyak negara dan populasi di negara berkembang melihat vaksin Kuba sebagai harapan terbaik mereka untuk mendapatkan vaksinasi pada tahun 2025," pungkasnya.

"Dan sebenarnya, itu mempengaruhi kita semua karena apa yang kita lihat dengan varian omicron adalah apa yang terjadi ketika populasi besar hampir tidak memiliki cakupan adalah bahwa Anda memiliki mutasi dan varian baru berkembang dan kemudian mereka kembali menghantui negara-negara kapitalis maju yang telah menimbun vaksin," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kuba Izinkan Penggunaan Mata Uang Kripto


(tps/tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading