Luhut Buka Keran Ekspor Batu Bara, Jepang Sujud Syukur!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
11 January 2022 20:57
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Jepang akhirnya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Indonesia atas rencana dibuka kembalinya ekspor batu bara dalam waktu dekat ini.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Kochi saat bertemu dengan Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (11/01/2022).

"Saya berterima kasih sudah dijelaskan secara detil tentang rencana pemerintah Indonesia soal release batu bara," katanya di awal sambutan dalam pertemuan ini, seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Marves, Selasa (11/01/2022).


Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut akan membuka kembali keran ekspor batu bara RI mulai besok, Rabu, 12 Januari 2022 secara bertahap.

Bahkan, pada Senin malam (10/01/2022) setidaknya ada 14 kapal yang telah terisi batu bara dan diverifikasi sudah bisa dilepaskan segera untuk bisa ekspor.

"Nanti ada beberapa belas kapal yang diisi batu bara telah diverifikasi malam ini telah dilepas. Kemudian, nanti kapan mau dibuka ekspor bertahap dimulai Rabu," tutur Luhut kepada wartawan di kantornya, Senin (10/01/2022).

Pada pekan lalu Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia agar batu bara berkalori tinggi, yang biasanya tidak digunakan untuk pembangkit listrik di Indonesia, tetap bisa dikirim ke Negeri Sakura tersebut.

"Larangan ekspor yang begitu tiba-tiba berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi di Jepang dan kehidupan masyarakat sehari-hari," sebut surat itu.

Permintaan Jepang ini wajar ketika diketahui bahwa Negeri Sakura ini sangat bergantung pada pasokan batu bara Indonesia.

Setelah ditelusuri, ternyata Jepang merupakan negara tujuan ekspor batu bara terbesar ketiga Indonesia, setelah China dan India.

Berdasarkan data dari Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2020, Indonesia mengekspor sebesar 26,97 juta ton ke Jepang pada 2020. Jumlah ini terbesar ketiga setelah ekspor ke China sebesar 127,79 juta ton dan India 97,51 juta ton.

Bila dicek beberapa tahun ke belakang, ekspor batu bara Indonesia ke Jepang memang berada di kisaran 22 juta hingga 30 juta ton per tahunnya.

Berikut rincian ekspor batu bara Indonesia ke Jepang sejak 2016-2020:

2016: 29,79 juta ton
2017: 22,18 juta ton
2018: 23,08 juta ton
2019: 27,68 juta ton
2020: 26,97 juta ton.

Mengutip Reuters, Kamis (06/01/2022), Jepang mengimpor batu bara Indonesia sekitar 2 juta ton per bulan. Saat ini setidaknya lima kapal pengangkut batu bara yang sedianya berangkat ke Jepang masih tertahan di pelabuhan.

Tidak hanya kapal yang akan ke Jepang, seluruh kapal pengangkut batu bara mengalami nasib serupa. Lebih dari 100 kapal tertahan di pelabuhan.

"Kami tidak melihat ada pengiriman sejak 31 Desember 2021," sebut seorang trader di Gujarat (India) seperti dikutip dari Reuters.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sederet Negara 'Teriak' ke RI soal Larangan Batu Bara


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading