Internasional

Gegara Omicron, Hong Kong Tutup Penerbangan 8 Negara, Ada RI?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
05 January 2022 20:45
FILE PHOTO: A passenger walks to the First Class counter of Cathay Pacific Airways at Hong Kong Airport in Hong Kong, China April 4, 2018. REUTERS/Bobby Yip

Jakarta, CNBC Indonesia - Hong Kong resmi melarang penerbangan dari delapan negara, Rabu (5/1/2022). Langkah ini diambil sebagai bagian dari aturan pembatasan baru terkait penyebaran virus corona varian omicron yang berada di Eropa hingga Amerika Serikat.

Melansir AFP, penerbangan dari Australia, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, Inggris, dan Amerika Serikat ke Hong Kong akan dilarang selama dua minggu ke depan.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kota itu juga menutup bar dan pusat kebugaran. Mereka juga membatalkan jam makan malam di restoran setelah Omicron terdeteksi di pusat keuangan Asia itu.


Pembatasan tersebut merupakan pukulan ekonomi terbaru bagi Hong Kong. Seperti China, Hong Kong telah mempertahankan beberapa kontrol paling keras di dunia, termasuk periode karantina selama berminggu-minggu, penguncian (lockdown) hingga pengujian massal.

Kota ini telah mencatat 114 kasus Omicron pada Selasa malam. Wabah ini muncul pada komunitas kecil yang ditemukan berasal dari staf maskapai Cathay Pacific. Hal ini langsung memicu pembatasan terbaru.

Lam mengatakan para pejabat kesehatan khawatir virus itu menyebar secara diam-diam di dalam masyarakat.

Hong Kong juga memerintahkan kapal pesiar yang membawa 3.700 orang kembali ke pelabuhan untuk pengujian setelah sembilan orang ditemukan sebagai kontak dekat pasien Omicron.

Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Australia sendiri telah mengumumkan rekor jumlah kasus dalam beberapa hari terakhir. Sementara China telah memberlakukan penguncian di dua kota dan meluncurkan pengujian massal untuk jutaan orang karena menggandakan kebijakan "nol Covid" menjelang Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Hong Kong kini tercatat memiliki total 12.799 kasus infeksi dan 213 kasus kematian, menurut data Worldometers.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sudahlah, Jangan Pakai Masker Jenis Ini! Omicron Bisa Tembus


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading