Jangan Kaget! Ini Fokus Kim Jong-un 2022, Bukan Nuklir dan AS

News - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
01 January 2022 21:30
North Korean leader Kim Jong Un attends a plenary meeting of the Central Committee of the ruling Workers' Party in this photo released on December 28, 2021 by North Korea's Korean Central News Agency (KCNA). KCNA/via REUTERS. ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. SOUTH KOREA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Memperingati 10 tahun kekuasaannya, Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan pidato akhir tahun. Alih-alih berbicara soal senjata nuklir atau Amerika Serikat, Kim lebih banyak membahas membahas masalah pangan dan pertumbuhan ekonomi.

Kim tak menyebut secara rinci soal Amerika Serikat. Ia hanya mengatakan "urusan luar" yang merujuk pada pembicaraan antara Korea dan Amerika Serikat. Kim juga tidak menyinggung seruan Amerika Serikat terkait pembicaraan denuklirisasi atau dorongan Korea Selatan untuk deklarasi secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-1953 sebagai cara untuk memulai kembali negosiasi tersebut.

Kim mengatakan, tujuannya untuk Korea Utara pada 2022 adalah memulai pembangunan ekonomi dan meningkatkan kehidupan masyarakat


"(karena) Menghadapi hidup dan mati yang luar biasa," ujar Kim dalam pidato di akhir Rapat Pleno ke-4 Komite Sentral ke-8, Partai Pekerja Korea (WPK) dikutip dari Reuters, Sabtu (1/1/2022).

Fokus domestik pidato tersebut juga menggarisbawahi masalah ekonomi yang dihadapi Korut. Negara tersebut harus menerapkan lockdown yang membuat Korea Utara lebih terisolasi daripada sebelumnya dengan organisasi bantuan internasional yang dapat menimbulkan kemungkinan kekurangan pangan dan krisis kemanusiaan.

"Tugas utama yang dihadapi Partai dan rakyat kita tahun depan adalah memberikan jaminan yang pasti untuk pelaksanaan rencana lima tahun dan membawa perubahan yang luar biasa dalam pembangunan negara dan standar hidup rakyat," tambah Kim.

Selain itu, sebagian besar isi pidato yang disampaikan Kim merinci soal masalah domestik. Mulai dari pembangunan pedesaan hingga pola makan masyarakat, seragam sekolah, dan tindakan untuk praktik non-sosialis.

Kebijakan tersebut menuai kritik dari pendiri NK News, situs web yang berbasis di Korea Selatan, Chad O'Carroll. Ia menilai gagasan pembangunan pedesaan kemungkinan merupakan strategi populis.

"Secara keseluruhan, Kim mungkin sadar mengungkapkan rencana pengembangan militer yang canggih sementara orang-orang menderita kekurangan makanan dan kondisi di luar Pyongyang mungkin bukan ide yang bagus tahun ini," tulisnya di Twitter.

Sementara itu, laporan media pemerintah Korut juga membeberkan pengembangan senjata ultramodern satu per satu yang disebut sebagai pencapaian besar tahun lalu. Menurut laporan itu, Kim juga menyerukan penguatan pertahanan nasional guna menghadapi situasi internasional yang tidak stabil.

Sebuah pabrik traktor yang dia bahas dalam pidato itu kemungkinan digunakan untuk membangun kendaraan peluncuran untuk rudal, kata para analis asing, dan Korea Utara diyakini telah memperluas persenjataannya meskipun dikunci.

Pemimpin Korut tersebut juga menyebut soal pabrik traktor, seragam sekolah, dan harapan soal pertumbuhan ekonomi. Pabrik traktor yang disinggung dalam pidato Kim, kemungkinan digunakan untuk membangun kendaraan peluncuran rudal, demikian menurut para analis asing.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ngeri! Korut Mulai Aktif Uji Coba Rudal Jarak Jauh


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading