Mobilitas Orang RI Naik Drastis, Jokowi Beri Warning!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
21 December 2021 10:41
kemacetan di pos penyekatan, Jalur Pantura Kedung Waringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, Senin (10/5/2021).  Dari data yang didpat dari jam 8.00 wib hingga 15.00 wib sebayak 512 kendaraan yang telah diputar balik.  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melihat lonjakan mobilitas masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Tentu dampaknya akan bagus buat perekonomian, tapi di sisi lain hal tersebut menimbulkan kekhawatiran penyebaran kasus covid-19. Apalagi saat ini varian omicron sudah ada di tanah air.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/12/2021)


"Masyarakat dengan adanya covid makin terkendali menunjukan mobilitas cukup baik terlihat pada November dan berlanjut di Desember. Meskipun presiden dan kabinet selama ini terus memberikan warning kewaspadaan bagi kita semua," jelasnya.

Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)Foto: Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)
Konferensi Pers APBN KITA Edisi 21 Desember 2021. (Tangkapan layar toutube Kemenkeu)

Untuk keseluruhan aktivitas, rata-rata mobilitas sudah alami kenaikan 1,4%. Termasuk kenaikan untuk ritel dan rekreasi serta tempat kesehatan. Situasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan situasi sebelum munculnya varian delta

"Hal ini kita waspadai meski kasus rendah dan testing tinggi untuk mendeteksi varian omicron," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani ke PNS: Dipindah Tugas ke Daerah, Bukan Hukuman!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading