Internasional

Studi: Booster Vaksin Sinopharm Tak Kuat Lawan Varian Omicron

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 December 2021 21:20
Vaksin sinopharm. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Studi terbaru menemukan  vaksin booster Covid-19 yang diproduksi oleh Sinopharm China memiliki aktivitas penetralan "secara signifikan lebih rendah" terhadap varian Omicron.

Informasi ini muncul dari studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Shanghai Jiao Tong University dan laboratorium berbasis di Shanghai, yang mengkhususkan diri pada penyakit menular pernapasan.

Melansir The Straits Times, hasil studi membandingkan aktivitas vaksin booster Sinopharm terhadap jenis virus atau varian corona yang lebih tua dari Wuhan, tempat pertama kali Covid-19 terdeteksi.


Aktivitas antibodi penawar dari penguat Sinopharm BBIBP-CorV terhadap Omicron menunjukkan pengurangan dua puluh kali lipat, dibandingkan dengan aktivitasnya terhadap strain yang ada di Wuhan, menurut makalah yang diterbitkan Sabtu (18/12/2021).

Vaksin BBIBP-CorV dari Sinopharm dan CoronaVac dari Sinovac Biotech adalah dua vaksin yang paling banyak digunakan di China. Ini juga merupakan vaksin Covid-19 terkemuka yang diekspor negara tersebut. Sinopharm juga memiliki vaksin kedua yang digunakan di China.

Studi ini menganalisis sampel dari 292 petugas kesehatan yang menerima dosis ketiga, atau suntikan booster, sekitar delapan hingga sembilan bulan setelah dosis kedua mereka. Setelah empat minggu lebih lanjut, sampel serum dari 78,1% peserta mempertahankan aktivitas penetralan terhadap Omicron.

Namun, penulis penelitian memperingatkan bahwa hasilnya tidak sama dengan seberapa baik booster Sinopharm dapat melindungi penerima dari penyakit yang disebabkan oleh Omicron, karena netralisasi hanyalah bagian dari respons kekebalan manusia.

Pengujian terhadap strain Wuhan sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar delapan hingga sembilan bulan setelah suntikan BBIBP-CorV kedua, aktivitas penetralisir "hampir tidak dapat dideteksi", sementara booster meningkatkan respons secara signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, Sinopharm tidak segera menanggapi permintaan komentar atas hasil studi ini.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading