Dorong Netral Karbon, PGN Siapkan Gas Rendah Emisi

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
15 December 2021 20:18
Transformasi Subholding Gas Siap Jalankan Tugas Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi Di Masa Transisi Energi

Jakarta, CNBC Indonesia - Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk mendorong pemanfaat energi bersih, sebagai upaya menuju energi terbarukan di Indonesia.

Salah satunya PGN menyiapkan dukungan pada kawasan industri untuk Eco Industrial Park/Estate dengan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan dengan memakai gas bumi lebih rendah emisi dan mempunyai nilai kalor gas hanya 12.500 kcal/ kg,


"Konsep Eco Industrial tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan kebermanfaatan usaha bagi lingkungan, masyarakat, dan pemerintah. Ini dapat menambah nilai perusahaan dalam jangka panjang," kata Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz, Rabu (15/12/21).

Faris menjelaskan, untuk mendorong pemanfaat energi besih dengan skala dan kapasitas yang lebih besar, Subholding Gas Pertamina ini segera menyelesaikan program gasifikasi kilang agar dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi di sektor Kilang, dengan total potensi gas bumi yang akan terutilisasi sekitar 351 BBTUD.

"Di tahun 2022 PGN melanjutkan proyek gasifikasi sebanyak 52 pembangkit berbahan bakar minyak di wilayah Indonesia tengah dan timur dengan gas alam cair (LNG). Untuk saat ini, program Quick Win tengah berjalan di PLTMG Nias dengan potensi pemanfaatan gas kurang lebih 4,4 BBTUD," ujar Faris.

Faris melanjutkan bahwa salah satu strategi percepatan program gasifikasi juga dapat menggandeng pemerintah daerah. Untuk itu, PGN siap untuk berpartisipasi dalam Program Pengembangan dengan menyasar prospek kawasan industri, komersial, dan komersial, yang akan didistribusikan dengan menggunakan CNG Trucking, LNG Trucking, maupun kereta api.

Potensi kerjasama lainnya yaitu pembangunan utilitas bersama, seperti yang sedang dikembangkan PGN bersama Jakpro. PGN dan Jakpro akan membangun utilitas kontruksi pipa PGN bersamaan dengan proyek revitalisasi trotoar dan proyek SJUT di wilayah DKI Jakarta. Kerjasama pembangunan utilitas bersama akan dapat menciptakan efisiensi biaya kontruksi.

"Selanjutnya kerjasama untuk pengembangan dan penyediaan gas bumi di kawasan hunian dan komersial di masyarakat, karena manfaatnya bisa dirasakan langsung. Selain itu, juga untuk kawasan industri yang demand-nya cukup tinggi. Gas bumi bisa dikembangkan untuk penyediaan energi lainnya bersama BUMD sebagai added value, seperti chiller, cold storage, dan truk sampah berbasis CNG," jelas Faris.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bank Dunia: Penggunaan EBT Indonesia Tertinggal


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading