Internasional

Ngeri! Korsel Hadapi Hari Paling Mematikan Covid, RS Kritis

News - Thea Fathanah Arbrar, CNBC Indonesia
15 December 2021 11:05
A medical worker checks a coronavirus disease (COVID-19) patient at the intensive care unit (ICU) of Bagae Hospital in Pyeongtaek, South Korea, November 29, 2021.  REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, CNBC Indonesia -Korea Selatan (Korsel) mencatat hari paling mematikan di sepanjang sejarah penyebaran pandemi Covid-19 negara itu, Selasa (14/12/2021). Varian Delta tak henti-hentinya mendorong pasien ke rumah sakit dan membuat yang sekarat antre hanya untuk mendapatkan tempat tidur di fasilitas kesehatan.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Korsel mengatakan 94 pasien virus meninggal dalam 24 jam terakhir. Sementara, kondisi serius dan kritis rekor 906 pasien.




Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan, Park Hyang, mengatakan sumber daya medis dengan cepat habis di ibu kota padat penduduk Seoul dan daerah metropolitan terdekat. Di mana sekitar 86% unit perawatan intensif yang ditunjuk untuk perawatan Covid-19 sudah ditempati.

"Lebih dari 1.480 pasien masih menunggu untuk dirawat di rumah sakit atau tempat perawatan. Setidaknya 17 pasien meninggal pekan lalu di rumah atau di fasilitas sambil menunggu tempat tidur," katanya, dikutip Associated Press (AP), Rabu.

Korsel sendiri mengalami kenaikan kasus pasca dibukanya pembatasan sosial Covid-19 November lalu. Sejak itu kasus terus mengalami kenaikan.

Kemarin, tercatat ada 5.567 kasus baru Covid-19. Dalam laporan terbaru mengutip Worldometers, rekor 7.843 kasus dicatat pemerintah.

Para pejabat sender menekan rumah sakit menyediakan lebin banyak tempat tidur. Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pemberian vaksin booster, dengan memperpendek interval antara suntikan kedua dan ketiga, dari lima bulan ke tiga bulan.

Tercatat, 81% warga dari total 51 juta populace surah divaksin. Namun 13% yang sudah di-booster.

"Pejabat dapat memutuskan untuk lebih memperkuat pembatasan minggu ini, tergantung pada jumlah infeksi dan rawat inap," kata Park lagi selama pengarahan.

Korsel sendiri diyakini akan menerima risiko ekonomi akibat keputusan itu. Namun kenaikan kasus tiga kali lipat lika dibandingkan November bisa menjadi ancaman lain bagi negeri itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gamsahamnida Oppa! Korsel Sumbang Oksigen, Bantu Rp58 M


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading