WHO Sebut Omicron Ubah Arah Pandemi, Seperti Apa?

News - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
12 December 2021 21:15
INFOGRAFIS, Waspada, Negara-Negara Ini sudah Tertular Omicron

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron mampu mengubah arah pandemi.

Kehadiran Omicron sebagai salah satu varian terbaru dari Covid-19 di sejumlah negara membuat para ilmuwan di bidang kesehatan saling berlomba untuk mendeteksi bagaimana cara kerja varian baru ini pada tubuh manusia.

Bahkan, sebagian diantaranya menyebut bahwa Omicron tak terlalu berbahaya atau hanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan varian sebelumnya.


Meskipun, beberapa bukti menunjukkan bahwa gejala yang ditimbulkan Omicron jauh lebih ringan. Tapi menurut WHO masih terlalu dini, untuk menarik kesimpulan akhir terkait varian baru ini.

Selain itu, WHO juga menjelaskan bahwa terkait suatu mutasi ternyata lebih jinak atau lebih mematikan adalah masalah kebetulan.

Seiring berkembangnya studi tentang varian terbaru Covid-19 tersebut, WHO menjelaskan masih dibutuhkan beberapa hari bahkan hingga beberapa pekan ke depan untuk mendapatkan data epidemiologi global, kemudian dianalisis, dan dilanjutkan dengan menarik kesimpulan yang tegas.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa saat ini Omicron sudah terdeteksi di 57 negara. Varian baru ini juga dianggapnya mampu menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya.

"Fitur tertentu dari Omicron, termasuk penyebaran global dan sejumlah besar mutasi, menunjukkan bahwa itu bisa berdampak besar pada perjalanan pandemi," kata Tedros, seperti dilansir dari CNBC International, Minggu (12/12/2021).

Perubahan genetik pada virus. menurut WHO, dapat memengaruhi virulensinya dan menunjukkan bahwa virus itu bisa jauh lebih menular daripada jenis sebelumnya.

"Saat ini kita mulai melihat gambaran konsisten dari peningkatan pesat dalam (tingkat) penularan, meskipun untuk sekarang tingkat kenaikan pastinya dibanding varian-varian lain masih sulit untuk diukur," tuturnya.

Lebih lanjut pihaknya pun mengatakan, data yang berkembang di Afrika Selatan menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron, namun dibutuhkan lebih banyak data lagi untuk menarik kesimpulan yang lebih tegas.

Dengan mulai bertambahnya negara-negara yang melaporkan terkait deteksi Omicron di wilayahnya, WHO meminta semua negara untuk meningkatkan upaya pengawasan, pengujian, dan pengurutan gen, serta mengirimkan lebih banyak data ke Platform Data Klinis WHO menggunakan formulir pelaporan kasus daring yang telah diperbarui.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! WHO Sebut Kasus Omicron Naik 2 Kali Lipat dalam 3 Hari


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading