Gimana Jokowi Enggak Gelisah, Kasus Covid-19 RI Naik Lagi!

News - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
12 December 2021 10:05
Jokowi di Kongres MUI (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 di beberapa daerah kini mulai beranjak naik. Hal ini patut diperhatikan meski secara nasional penyebaran Covid-19 di Indonesia masih terkendali.

Kenaikan kasus Covid-19 saat ini terjadi di enam provinsi yaitu Lampung, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, NTT, dan Papua Barat. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berkata, kenaikan kasus di enam provinsi itu harus menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa pandemi belum berakhir.

"Kenaikan kasus di daerah-daerah itu harus kita hentikan sedini mungkin selagi angkanya masih kecil-kecil. Pertahankan tren penurunan kasus yang saat ini terjadi agar tidak kembali meningkat," kata Johnny dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (12/12/2021).


Merespon kenaikan kasus Covid-19 di enam provinsi itu, pemerintah mengimbau seluruh pemda agar tetap tegas menegaskan disiplin protokol kesehatan di wilayah masing-masing. Jhonny juga menyampaikan permintaan agar seluruh pemda mengikuti aturan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021 tentang PPKM Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain itu, Jhonnya mengingatkan pemda di seluruh wilayah untuk meningkatkan pengawasan penerapan protokol kesehatan, serta memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di daerahnya masing-masing.

"Jangan anggap remeh setiap kenaikan kasus, jangan tunggu besar baru bertindak. Mari kita semua awasi. Tahan kenaikan kasus dengan jaga protokol kesehatan," katanya.

Johnny memastikan pemerintah terus memperkuat pelaksanaan vaksinasi, 3T (testing, tracing, dan treatment), dan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan). Pemerintah juga disebutnya bergerak cepat mengidentifikasi dan melakukan intervensi demi menahan tren kenaikan Covid-19.

"Tak kalah penting, pemerintah juga perkuat kinerja posko COVID-19 dan tetap menyiagakan fasilitas kesehatan untuk memutus lonjakan COVID-19 di daerah agar penanganan di tingkat desa/kelurahan tetap tinggi," ujarnya.

Terakhir, Jhonny mewakili pemerintah meminta masyarakat agar selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. Dia yakin kedisiplinan masyarakat menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang lebih tinggi ke depannya.

Ancaman kenaikan kasus Covid-19 akibat musim liburan Nataru dan kemunculan varian omicron telah diperhatikan pemerintah sejak November lalu. Pada 17 November lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan jajarannya agar tidak menyelepelekan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Alasannya, kasus Covid-19 di berbagai negara terus mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir.

"Kita semua harus fokus kepada penurunan kasus harian dan kasus aktif," kata Jokowi saat Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Jokowi juga telah memanggil beberapa menteri untuk membahas varian omicron pada awal Desember ini. Menurut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, para menteri yang dipanggil Jokowi kala itu adalah Menko Marves, Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri diwakili Wamen, dan beberapa menteri lain.

Pratikno mengatakan, Indonesia akan belajar dari negara lain yang sebelumnya sudah terinfeksi omicron. Pemerintah, ditegaskan dia, dalam posisi waspada.

"Intinya kita harus selalu waspada, stand by. Jadi semua kapasitas yang ada harus selalu siaga," kata Pratikno.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Proteksi Diri, Karena Covid-19 Tak Mungkin Hilang!


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading