Internasional

Siap-siap, Negara Ini Larang Penjualan Rokok Tahun 2027

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
09 December 2021 13:59
A man who did not want to be identified holds a lit cigarette while smoking in San Francisco, Wednesday, Dec. 2, 2020. City officials in San Francisco have voted to ban all tobacco smoking inside apartments, citing concerns about secondhand smoke. The Board of Supervisors voted 10-1 Tuesday, Dec. 1, 2020, to approve the ordinance making San Francisco the largest city in the country to ban tobacco smoking inside apartments, the San Francisco Chronicle reported. (AP Photo/Jeff Chiu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Selandia Baru berencana untuk melarang penjualan rokok. Aturan berlaku untuk anak di bawah usia 14 tahun.

Hal ini akibat angka perokok di negara itu yang semakin tinggi dan mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa aturan itu rencananya akan mulai diberlakukan secara bertahap pada 2024 hingga 2027 mendatang.


Untuk memuluskan hal ini, pemerintah juga akan memotong suplai tembakau yang dijual di pengecer dan minimarket. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan pemuka suku Maori pasalnya masyarakat suku itu masih mencetak persentase angka perokok yang cukup tinggi.

"Kami ingin memastikan kaum muda tidak pernah mulai merokok sehingga kami akan membuat pelanggaran untuk menjual atau memasok produk tembakau asap ke kelompok pemuda baru," kata staf ahli Kemenkes Selandia Baru, Ayesha Verrall, kepada Reuters, Kamis (9/12/2021).

"Saat ini, 11,6% dari semua warga Selandia Baru berusia di atas 15 tahun merokok, proporsi yang meningkat menjadi 29% di antara orang dewasa suku Maori asli," tambahnya.

Dengan adanya peraturan ini, industri tembakau ritel Selandia Baru akan menjadi salah satu yang paling dibatasi di dunia. Ini hanya tepat di belakang Bhutan di mana penjualan rokok dilarang secara langsung. 

Merokok membunuh sekitar 5.000 orang per tahun di negara dengan nama lain Aotearoa itu. Hal ini menjadikannya salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di negara itu. Tercatat, empat dari lima perokok Selandia Baru mulai merokok sebelum usia 18 tahun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertama Sejak Februari, Selandia Baru Muncul Kasus Covid Lagi


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading