Internasional

Inggris Pening! Omicron Tembus 500 Lebih Kasus, Warga 'PPKM'

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
09 December 2021 08:36
Britain's Prime Minister Boris Johnson gestures as he speaks during a press conference in London, Saturday Nov. 27, 2021, after cases of the new COVID-19 variant were confirmed in the UK. (Hollie Adams/Pool via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris memutuskan untuk kembali melakukan pengetatan mobilitas publik, Rabu (8/12/2021). Hal ini seiring dengan jumlah infeksi varian Omicron yang semakin meninggi di negara itu.

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyebut bahwa para warga diminta untuk kembali bekerja dari rumah dan mewajibkan izin masuk Covid-19 untuk masuk ke klub malam dan acara besar. Selain itu, masker juga kembali diwajibkan saat berkunjung ke sebagian besar tempat umum dalam ruangan, termasuk bioskop.


"Sudah semakin jelas bahwa Omicron tumbuh jauh lebih cepat dari varian Delta sebelumnya dan menyebar dengan cepat ke seluruh dunia," katanya dalam konferensi pers dimuat Associated Press (AP), Kamis (9/12/2021).

"Yang paling mengkhawatirkan, ada bukti bahwa waktu penggandaan omicron saat ini bisa antara dua dan tiga hari."

Johnson mengatakan 568 kasus varian omicron telah dikonfirmasi sejauh ini di seluruh Inggris. Ia menduga bahwa jumlah sebenarnya pasti jauh lebih tinggi.

Langkah ini sendiri diambil setelah Badan Keamanan Kesehatan Inggris memperkirakan Varian Omicron akan menjadi strain dominan di Inggris dalam dua hingga empat minggu ke depan. Sementara itu, untuk memperkuat proteksi publik dari varian Omicron, otoritas telah menetapkan target untuk memberikan suntikan booster kepada semua orang dewasa pada akhir Januari.

Pemerintah Inggris melaporkan 51.342 kasus harian Covid-19 pada 8 Desember dengan 161 orang meninggal. Secara keseluruhan, Negeri Ratu Elizabeth itu telah melaporkan 10,6 juta kasus infeksi Covid-19 yang diiringi 146 ribu kematian.

Sementara itu, langkah ini ditanggapi negatif oleh pelaku industri klub malam. Mereka menyebut berita itu menghancurkan industri yang baru saja bangkit kembali setelah periode penutupan dan pembatasan yang berkepanjangan.

"Pukulan itu sangat keras menjelang periode penting Natal dan Tahun Baru," kata mereka.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Inggris 'PPKM' Level 4, Kena Blacklist Israel


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading