Gara-Gara Sri Mulyani, Avanza Lebih Diuntungkan dari Xpander

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
30 November 2021 17:45
Pengunjung melihat mobil Toyota Avanza terbaru di Dealer Auto 2000 Sudirman, Jakarta, Rabu, 24/11. Persaingan Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander terjadi di ajang Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2021 pada 11-21 November 2021 di ICE BSD kemarin. Selama pameran, keduanya menjadi mobil terlaris yang dipesan konsumen dari masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM).
Berdasarkan catatan Toyota Astra Motor (TAM), All New Avanza dan All New Veloz laku ribuan, memberikan kontribusi terbesar mencapai 1.534 unit, dengan masing-masing 711 unit dan 823 unit, atau sebesar 34% dari total seluruh model Toyota.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk mobil baru sejak Maret 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang awalnya terlihat cukup konservatif dalam kebijakan ini, akhirnya mengabulkan permintaan dari kementerian perindustrian untuk memberikan relaksasi PPnBM mobil baru.

"Konsumsi rumah tangga yang perlu didorong ini termasuk mengoptimalkan daya beli masyarakat kelompok menengah. Dorongan itu perlu karena perubahan saldo simpanan menunjukkan kelompok yang memiliki dana besar meningkat dan dana kecil menurun. Itu berarti mereka punya saldo tapi tidak melakukan aktivitas," kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.


Dampak dari kebijakan ini pun langsung terlihat. Ketika bulan pertama relaksasi pajak mobil berjalan, penjualan mobil langsung naik signifikan. Penjualan pabrik ke diler (wholesales) di Maret mencapai 84.910 unit. Padahal, dua bulan sebelumnya yakni Januari 2021 hanya terjual 52.910 unit, sedangkan Februari turun menjadi 49.202 unit.

Adapun mobil yang langsung merasakan manisnya diskon mobil adalah Toyota Avanza. Di Maret 2021, penjualannya mencapai 7.251 unit dan menjadikannya sebagai mobil terlaris di bulan itu. Padahal, di bulan sebelumnya Avanza tidak masuk 5 besar mobil terlaris dan hanya menempati posisi ke 8 dengan 1.919 unit.

Bukan hanya sekali, Avanza juga menempati peringkat pertama mobil terlaris beberapa kali, yakni pada Maret (7.251 unit), Agustus (6.212 unit) dan September (7.531 unit).

Selama 8 bulan relaksasi PPnBM berjalan, yakni Maret hingga Oktober, total penjualan Avanza mencapai 43.143 unit. Angka penjualan itu bahkan tidak mampu diimbangi oleh Xpander selama 10 bulan penjualan 2021, yang hanya menjual 42.839 unit. Apalagi jika hanya menghitung ketika mendapat relaksasi penjualan, maka Xpander hanya terjual 37.426 unit.

Namun, mobil dari ATPM berlambang 3 berlian ini tetap merasakan manisnya diskon relaksasi PPnBM. Buktinya, mobil ini dua kali menempati peringkat pertama mobil terlaris di Indonesia, yakni Mei (5.026 unit) dan Juli (6.974 unit) 2021 ini.

Berikut peta penjualan dari masing-masing mobil di tiap bulan selama 2021:

Avanza

Maret: 7.251 unit

April: 5.385 unit

Mei: 4.675 unit

Juni: 4.450 unit

Juli: 5.938 unit

Agustus: 6.212 unit

September: 7.531 unit

Oktober: 1.701 unit

Total: 43.143 unit

Xpander (termasuk Xpander Cross)

Maret: 4.707 unit

April: 5.500 unit

Mei: 5.026 unit

Juni: 1.704 unit

Juli: 6.974 unit

Agustus: 4.925 unit

September: 4.027 unit

Oktober: 4.743 unit

Total: 37.426 unit


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading