Covid Omicron Berhasil Bobol Pertahanan Negara Ini, RI Aman?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
29 November 2021 08:53
A petrol attendant stands next to a newspaper headline in Pretoria, South Africa, Saturday, Nov. 27, 2021. As the world grapples with the emergence of the new variant of COVID-19, scientists in South Africa — where omicron was first identified — are scrambling to combat its spread across the country. (AP Photo/Denis Farrell)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah merilis sederet daftar negara yang patut diwaspadai dari penyebaran varian terbaru bernama Omicron atau B.1.1.529. Kebijakan pengetatan kedatangan luar negeri pun dilakukan.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai rapat, dalam konferensi pers menyebutkan 13 negara tersebut sudah mengumumkan bahwa mereka mendeteksi (confirmed dan probable cases) varian omicron.

Antara lain Afrika Selatan Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan beberapa negara di Eropa dan Asia yaitu Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia dan Hong Kong.


"Melihat distribusi negara-negara tersebut, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa varian omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara," jelasnya.

Berikut aturan lengkapnya:

a. Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara berikut: Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong. Kebijakan ini akan segera diberlakukan dalam waktu 1x24 jam.

b. Untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin a diatas akan dikarantina selama 14 hari.

c. Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri diluar negara-negara yang masuk daftar pada poin (a) menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

d. Kebijakan karantina pada poin (b) dan (c) di atas akan diberlakukan mulai 29 November 2021 pukul 00.01.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah telah memperketat semua jalur transportasi untuk baik udara, laut dan darat untuk mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia.

"Kita juga melihat faktor risikonya siapa saja yang banyak penerbangannya ke Indonesia dan kita lakukan ini bukan hanya untuk pelabuhan udara tapi juga perbatasan pelabuhan laut dan juga darat karena pengalaman kita varian delta justru masuknya dari laut, jadi kita jaga di sana," ujar Budi

Untuk mencegah varian Omicron yang saat ini telah menyebar ke sejumlah negara, pemerintah juga melarang Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari negara kawasan Afrika dan negara - negara yang memiliki potensi untuk menyebarkan virus Omicron.

Budi menyebut, pemerintah telah banyak belajar selama pandemi dan tidak mau kecolongan lagi, sehingga semua jalur harus diawasi dengan ketat. Semua kantor karantina yang berdekatan dengan pintu masuk baik jalur udara, darat hingga laut juga akan disiagakan untuk mendeteksi semua orang yang datang.

"Kita akan pastikan semua kantor karantina pelabuhan udara laut dan darat bekerja dengan keras , kebijakan kita semua kedatangan internasional akan kita test PCR, kalau positif harus dikondisikan agar kita tahu ada varian baru atau tidak," tegas Budi.

Meski Indonesia belum masuk sebagai negara yang memiliki kasus Omicron, namun kemungkinan terpapar varian baru tersebut cukup besar karena kecepatan penularan Omicron yang diprediksi jauh lebih cepat meskipun masih dalam penyelidikan lebih lanjut.


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading