Gegara Omicron, Sederet Negara Batasi Perjalanan dari Afsel!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
27 November 2021 06:20
Tourists arrive at Barcelona airport, Spain, Monday, June 7, 2021. Spain is trying to ramp up its tourism industry by welcoming from Monday vaccinated visitors from most countries, as well as all Europeans who prove that they are not infected with the coronavirus. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (26/11/2021) baru saja menetapkan virus B.1.1.529, varian baru Covid-19 asal Afrika Selatan, sebagai "varian yang mengkhawatirkan" (variant of concern/ VOC) dan dinamai varian Omicron.

WHO menyebut bahwa varian baru ini kemungkinan akan menyebar lebih cepat daripada varian lain sebelumnya.

Akibat perkembangan varian baru Covid-19 yang mengkhawatirkan ini, sejumlah negara memutuskan melakukan pembatasan/ restriksi perjalanan atau penerbangan asal Afrika Selatan dan sejumlah negara Afrika lainnya.


Mengutip BBC, Sabtu (27/11/2021), Amerika Serikat misalnya, memutuskan untuk memblokir adanya penerbangan dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambique, dan Malawi, mengikuti jejak Uni Eropa yang telah membatasi perjalanan ini sebelumnya.

Juru Bicara Komisi Uni Eropa Erik Mamer mengatakan bahwa para pemimpin sektor kesehatan dari 27 negara di Uni Eropa setuju untuk melakukan pembatasan. Hal ini diputuskan setelah rapat darurat pada Jumat, setelah adanya temuan varian tersebut di Belgia.


Varian Omicron Ditemukan di Mana Saja?

WHO mengatakan sejauh ini kurang dari 100 urutan sampel telah dilaporkan. Kasus-kasus terutama telah dikonfirmasi di Afrika Selatan, tetapi juga telah terdeteksi di Hong Kong, Israel, Botswana, dan Belgia.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan pada hari Jumat bahwa varian tersebut "sangat mungkin" telah menyebar ke negara lain.

Sebagian besar kasus di Afrika Selatan berasal dari provinsi terpadatnya, Gauteng, di mana Johannesburg adalah ibu kotanya.

"Hanya sekitar 24% dari populasi Afrika Selatan yang sepenuhnya divaksinasi, yang dapat memacu penyebaran kasus yang cepat di sana," ungkap Dr Mike Tildesley, anggota kelompok Pemodelan Influenza Pandemi Ilmiah (Spi-M), mengatakan kepada BBC, Jumat (26/11/2021).

Di Hong Kong, infeksi ditemukan pada seseorang yang datang dari Afrika Selatan, dan seorang tamu di hotel karantina yang sama yang dites positif beberapa hari kemudian, ungkap Departemen Kesehatan. Keduanya pun sudah divaksinasi lengkap.

Di Eropa kasus pertama varian ini ditemukan di Belgia.


Sederet Negara Batasi Penerbangan dari Afsel

Berikut adalah sejumlah negara yang melarang sementara penerbangan asal sejumlah negara di Afrika:
- Inggris
- Uni Eropa
- Amerika Serikat
- Singapura
- Italia
- Prancis
- Israel

Sederet negara yang membatasi perjalanan dari Afsel:
- Republik Ceko, hanya melarang orang yang menetap lebih dari 12 jam di sejumlah negara Afrika tersebut dan juga Zambia memasuki negaranya.

- Jepang, orang-orang yang baru saja bepergian dari negara-negara Afrika Selatan tersebut harus dikarantina selama 10 hari dan melakukan empat kali tes selama karantina.

- Jerman, hanya mengizinkan warga Jerman yang kembali ke Jerman dari Afrika Selatan.

- India, melakukan pemeriksaan/ screening dan test yang lebih ketat bagi orang-orang yang tiba dari Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading