Takut Covid Menggila Lagi, Sri Mulyani: Biayanya Sangat Mahal

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
26 November 2021 10:45
Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA 25 November 2021 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu) Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani Saat Konferensi Pers APBN KITA 25 November 2021 (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Covid-19 belum punah dari tanah air. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar semua masyarakat tetap waspada, sebab bila kasus kembali melonjak, maka biayanya sangat mahal.

"Setiap kenaikan covid kita mengeluarkan biayanya sungguh sangat mahal," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (25/11/2021)


Pada tahun ini, ada serangan varian delta yang memaksa pemerintah kembali memperketat mobilitas. Biaya yang akhirnya dikeluarkan untuk penanganan kesehatan adalah Rp 202 triliun (Oktober 2021), sementara tahun lalu sebesar Rp 120,3 triliun.

"Kenaikan yang sungguh luar biasa karena jumlah vaksinasi melonjak dan jumlah perawatan tinggi," ujarnya.

Dana tersebut meliputi klaim perawatan untuk 713,9 ribu pasien senilai Rp 45,8 triliun. Selanjutnya ada pengadaan 121,4 juta vaksin senilai Rp 22,8 triliun serta insentif nakes pusat dan daerah masing-masing Rp 7,7 triliun dan Rp 5,4 triliun

Itu baru dana yang dikeluarkan pemerintah. Belum lagi ada kerugian di masyarakat akibat mobilitas dihentikan sehingga banyak yang tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Kasus covid memang sudah melandai di Indonesia. Namun ujian berikutnya adalah ketika libur natal dan tahun baru, di mana pada tahun sebelumnya alami lonjakan kasus covid.

"Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan kasus covid," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading