Jokowi Setop Ekspor Bauksit, Siap-siap Tekanan Pasar Dunia!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
25 November 2021 17:25
Unit Bisnis Pengelolaan (UBP) Bauksit PT. Antam yang berlokasi di Kecataman Tayan, Kalimantan Barat, dok ESDM

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar ekspor bauksit disetop mulai tahun depan. Permintaan itu lebih cepat dibandingkan ketentuan di dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

Di dalam beleid itu diatur ekspor mineral yang belum dimurnikan seperti konsentrat dibatasi hanya tiga tahun sejak UU ini berlaku pada 10 Juni 2020. Tiga tahun setelah diundangkan artinya pelarangan ekspor bahan mentah dan konsentrat mineral berlaku mulai 10 Juni 2023 mendatang.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menyatakan, pelarangan ekspor bauksit adalah langkah yang bagus dan perlu didukung. Menurutnya sifat pengusahaan bauksit hampir sama dengan nikel.

"Dengan setop ekspor maka peningkatan nilai tambah dengan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri akan semakin meningkat," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Kamis, (25/11/2021).



Menurutnya dengan mendorong hilirisasi bauksit tidak hanya akan meningkatkan nilai ekonomi mineral bauksit, tapi juga menarik investasi dan memicu efek pengganda.

"Namun pemerintah perlu hati-hati karena pasti akan ada tekanan dari pasar dunia," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah tidak hanya perlu bersiap menghadapi tekanan dari luar negeri, namun pemerintah juga harus menyiapkan tata niaga bauksit di dalam negeri yang adil.

Sebelumnya Presiden menyampaikan tidak hanya bauksit, ia juga meminta ke depannya Indonesia berhenti mengekspor konsentrat tembaga, hingga timah. Ini setelah sebelumnya Indonesia sukses menghentikan ekspor bijih nikel per 1 Januari 2020 lalu.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan agar Indonesia tidak lagi menjual bahan mentah, melainkan harus bernilai tambah terlebih dahulu setelah melalui proses pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Dengan demikian, negara dan rakyat akan mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan hanya menjual bahan mentah.

"Kemudian yang ingin kita lanjutkan transformasi ekonomi tidak boleh berhenti, reformasi struktural tidak boleh berhenti, karena ini basic setelah memiliki infrastruktur," tuturnya dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021, Rabu (24/11/2021).

"Tidak boleh lagi yang namanya ekspor bahan-bahan mentah, raw material, ini setop, udah setop, mulai dari nikel, mungkin tahun depan itung-itungan setop ekspor bauksit, tahun depannya lagi bisa setop tembaga, tahun depan lagi setop timah," tambahnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading