Internasional

Orang di China Malas Kawin & Punya Anak, Populasi Terancam!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 November 2021 21:05
In this photo taken Thursday, Jan. 17, 2019, a child is pushed on a trolley in Beijing, China. China's population rose by 15.23 million people in 2018, marking a continued decrease in the growth rate of the world's most populous nation according to numbers released by the National Bureau of Statistics on Monday, Jan. 21, 2019. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Angka kelahiran China anjlok ke rekor terendah tahun lalu. Fenomena ini terjadi karena banyak hal, salah satunya seperti angkatan kerja yang menua dengan cepat, ekonomi yang melambat, hingga pertumbuhan populasi terlemah dalam beberapa dasawarsa.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), data Buku Tahunan Statistik 2021 yang dirilis minggu lalu mencatat ada 8,52 kelahiran per 1.000 orang tahun 2020, jadi angka terendah sejak data buku tahunan dimulai pada 1978.

Ini adalah penurunan yang nyata dari 10,41 tahun sebelumnya, dan angka terendah sejak Komunis Tiongkok didirikan pada tahun 1949, menurut Biro Statistik Nasional.


Pelonggaran "kebijakan satu anak", salah satu peraturan keluarga berencana paling ketat di dunia, juga tidak bisa menaikkan angka kelahiran secara signifikan.

Kebijakan yang disahkan pada tahun 2016 memungkinkan pasangan untuk memiliki dua anak dari hanya satu anak. Bahkan awal tahun 2021 diperpanjang menjadi tiga anak.

Saat ada pelonggaran kebijakan, biaya hidup malah meningkat, banyak orang yang enggan menikah, dan tidak sedikit perempuan membuat pilihan keluarga berencana mereka sendiri.

Selain itu, buku tahunan menunjukkan jumlah pernikahan yang terdaftar pada tahun 2020 mencapai level terendah dalam 17 tahun, dengan hanya 8,14 juta pasangan yang menikah tahun lalu.

Jumlah perceraian turun untuk pertama kalinya dalam setidaknya 30 tahun, setelah "masa pendinginan" wajib selama 30 hari untuk pasangan yang bercerai diterapkan pada awal 2020.

Data buku tahunan menyoroti banyak tren sosial yang mengganggu China, yang telah mendorong agenda sosial konservatif bagi masyarakat dengan perempuan sebagai istri dan ibu.

Hasil sensus sekali dalam satu dekade yang diumumkan pada bulan Mei menunjukkan bahwa populasi China tumbuh pada tingkat paling lambat sejak 1960-an.

Di tengah upaya resmi untuk meningkatkan angka kelahiran, Beijing menyerukan pengurangan penghentian yang tidak "diperlukan secara medis" pada September.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nah Lho Proyek Jalur Sutra China Banyak Mandek, Ini Buktinya


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading