Usai Bertemu PM Inggris, Luhut Sadar Bahwa RI Negara 'Sakti'

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 November 2021 14:15
Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jenderal (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan hasil pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson beberapa waktu lalu. Ada beberapa kerja sama yang mau dilakukan antara Indonesia dan Inggris.

"Hubungan kita dengan Inggris baik, bertemu PM Boris, kita bicara mengenai join untuk memproduksi katoda dan kursor investasi di Indonesia. Jadi nanti UK bisa jual baterai ke UE (Uni Eropa)," katanya dalam wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Jumat (19/11/2021).

"Kita juga bicara mengenai mengenai kerja sama London Stock Exchange dengan Bursa Efek Indonesia untuk perdagangan karbon," lanjutnya.


Pertemuan dengan banyak kepala negara beberapa waktu lalu berjalan baik dan membuahkan banyak kerja sama dengan Indonesia. Hanya saja dia belum mau membeberkan nilai investasi yang didapat dari Inggris.

"Saya kira bukan perkara jumlah saja. Dengan Inggris in ikan pertama kali kalau Kerjasama carbon trading ini. Kita punya karbon kredit banyak sekali dengan begitu kita memainkan peran dengan pas. Kadang kita nggak tahu kalau kita (Indonesia) sakti," katanya.

Menurut Luhut Indonesia saat ini punya hubungan baik dengan beberapa negara seperti Inggris, Uni Emirat Arab, juga Amerika Serikat. "Hubungam kita baik sehingga kita pembantunya bisa bantu kejar investasinya," jelasnya.

Pertemuan Luhut dengan PM Boris dilakukan pada (28/10/2021) di kantor Perdana Menteri. Ditekankan memang isu yang dibahas seputar perubahan dan perbaikan iklim, penanganan deforestasi, serta kerja sama energi baru terbarukan.

Luhut juga sempat mengusulkan pembentukan dialog tingkat tinggi antara RI-Inggris serta gugus tugas untuk percepatan implementasi kerjasama di berbagai bidang.


[Gambas:Video CNBC]

(Emir Yanwardhana/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading