Kasus Covid-19 Melandai, Airlangga Pede PDB RI 6% di Q4-2021

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
16 November 2021 14:25
Karyawan merapikan manekin (patung busana) di Lippo Mal Puri Jakarta, Selasa (2/11/2021). Pemerintah mengumumkan, kini DKI Jakarta sudah menjadi wilayah kategori Level 1 dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Dengan status tersebut, mulai hari ini Selasa (2/11/2021) hingga 15 November 2021 maka aktivitas masyarakat kembali dilonggarkan. Aturan tersebut tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali yang diteken 1 November 2021. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah meyakini pemulihan ekonomi akan terus berjalan hingga akhir tahun bahkan berlanjut hingga tahun depan. Salah satu faktor utama di balik keyakinan itu adalah melandainya kasus aktif Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, penanganan pandemi Covid-19 akan terus menjadi fokus pemerintah, termasuk juga dari sisi ekonomi.

Dari sisi ekonomi, kata Airlangga, supply-demand akan terus dijaga dalam pertumbuhan yang positif. Bahkan diyakini saat ini dari sisi suplai, sudah menunjukkan ketahanan yang sangat baik.

Airlangga memerinci, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 mencapai 7,07% dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sudah mencapai 113,4 dan Purchasing Manufacturing Index (PMI) 57,2.

"Dengan fundamental yang lebih kuat, di kuartal IV-2021 pertumbuhan ekonomi bisa masuk di level 5% hingga 6%," ujar Airlangga dalam CEO Networking 2021 secara virtual, Selasa (16/11/2021).



Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani menjelaskan, di tengah melandainya kasus Covid-19 saat ini, terjadi pemulihan yang kuat terhadap kegiatan ekonomi saat ini.

Meskipun pada kuartal III-2021, karena ada serangan varian delta, ekonomi RI mengalami pukulan yang tajam dengan pertumbuhan ekonomi hanya pada level 3,51%.

Disebabkan adanya pukulan ekonomi pada kuartal III-2021 tersebut, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini masih bertumpu terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 yang tumbuh di atas 7%.

Sri Mulyani mengungkapkan, kemungkinan pada kuartal IV-2021 ekonomi akan kembali pulih. Sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 akan mencapai 3,7% hingga 4,5%.

Sementara di tahun depan, kata Sri Mulyani, sejalan dengan persetujuan DPR, maka pertumbuhan ekonomi pada 2022 diperkirakan akan mencapai pada level 5% hingga 5,5%.

"Kita berharap momentum akan terus terjaga dengan penguatan pondasi Indonesia dan terus menjaga momentum berkelanjutan," jelas Sri Mulyani.

Bahkan, Indonesia saat ini dan di masa mendatang, kata dia, harus sudah siap untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 ini.

"Indonesia harus siap dengan pandemi menjadi endemi. Living with endemi kita bisa tetap melakukan kegiatan ekonomi dengan protokol kesehatan yang tetap kita jaga," tuturnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cerita Sri Mulyani yang Tak Menyangka 2021 Bakal Begini


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading