Internasional

Astaga! Kok Bisa Tentara Wanita Diperkosa di Istana Prancis?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 November 2021 10:55
Menara Eiffel Perancis buka kembali. (AP/Michel Euler)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Prancis telah membuka penyelidikan atas dugaan pemerkosaan terhadap seorang tentara wanita oleh sesama prajurit di istana kepresidenan di Paris, Juli lalu.

Laporan AFP, Jumat (12/11/2021), mengatakan dugaan penyerangan itu terjadi setelah resepsi kepergian seorang jenderal dan dua lainnya yang dihadiri oleh Presiden Emmanuel Macron. Tuduhan atas insiden ini pertama kali dilaporkan oleh harian Prancis Libération.

Menurut Libération, kedua tentara itu adalah rekan kerja yang ditempatkan di kantor keamanan tinggi di Istana lysée yang menangani masalah sensitif pemerintah. Kebanyakan dari mereka juga bersifat rahasia atau sangat rahasia.


Dikatakan bahwa wanita muda itu mengajukan pengaduan pemerkosaan di kantor polisi terdekat, dan bahwa tersangka penuduh telah diberhentikan dari tugas di lysée.

Sementara menurut sumber peradilan, tentara yang dituduh ditunjuk sebagai asisten saksi setelah diinterogasi oleh jaksa pada 12 Juli. Status juga menunjukkan dirinya masih menjalani interogasi lebih lanjut meski belum didakwa secara resmi.

Sebelum insiden pemerkosaan, Kantor Macron sempat menjadi pemberitaan setelah terungkap bahwa salah satu pengawal presiden menyerang para demonstran saat menyamar sebagai petugas polisi selama protes May Day pada 2018.

Pekan lalu pengawalnya, Alexandre Benalla, dijatuhi hukuman tiga tahun atas insiden tersebut. Namun di bawah aturan hukuman Prancis, dia akan menghindari sel dan hanya harus memakai gelang elektronik selama satu tahun.

"Sejak kasus Benalla, Patrick Strzoda, kepala staf Emmanuel Macron, ingin menanggapi dengan tegas dan cepat segera setelah ada perilaku yang tidak pantas oleh siapa pun yang bekerja di Elysee," kata sumber kepresidenan.

Saat berita ini diturunkan, kementerian pertahanan Prancis menolak berkomentar mengenai insiden pemerkosaan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Macron "Slepet" Warga Anti Vaksin, ke Laut Aje?


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading