Jokowi Minta Hilirisasi, Cek Harta Karun Nikel Cs Terbaru RI!

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 November 2021 11:50
A worker poses with a handful of nickel ore at the nickel mining factory of PT Vale Tbk, near Sorowako, Indonesia's Sulawesi island, January 8, 2014. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memerintahkan kabinetnya untuk mengembangkan hilirisasi dari tambang, sehingga Indonesia tak lagi menjual barang mentah, namun sudah diolah dan bernilai tambah terlebih dahulu.

Perintah hilirisasi ini bukan tanpa alasan, karena Indonesia dianugerahi "harta karun" tambang begitu beragam dan melimpah. Namun ini tidak akan berarti apa-apa bila tidak dikembangkan hingga industri hilirnya.

Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), pun membeberkan besaran jumlah sumber daya dan cadangan terbaru dari sejumlah komoditas tambang RI, baik nikel, tembaga, bauksit, hingga emas.


Dia mengatakan, berdasarkan data Badan Geologi per Desember 2020, berikut jumlah sumber daya dan cadangan komoditas tambang RI:

1. Bauksit
Sumber Daya: 5,47 miliar ton.
Cadangan: 2,96 miliar ton.

2. Nikel
Sumber Daya: 13,74 miliar ton.
Cadangan: 4,56 miliar ton.

3. Tembaga
Sumber Daya: 15,93 miliar ton.
Cadangan: 3,09 miliar ton.

4. Emas Primer
Sumber Daya: 15,58 miliar ton.
Cadangan: 3,68 miliar ton.

5. Perak
Sumber Daya: 10,39 miliar ton.
Cadangan: 3,19 miliar ton.

6. Besi
Sumber Daya: 16,09 miliar ton.
Cadangan: 3,93 miliar ton.

Dia mengatakan, dengan besaran cadangan tersebut, pemerintah terus menggencarkan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). Dia mengatakan, tahun ini ditargetkan ada tambahan empat proyek smelter baru yang akan beroperasi, sehingga total smelter yang akan beroperasi tahun ini naik menjadi 23 smelter dari 2020 yang sebesar 19 smelter. Adapun tambahan empat smelter tahun ini terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timbal seng. Adapun hingga 2024 ditargetkan sebanyak 53 smelter akan beroperasi.

Hingga 2020, khusus smelter nikel yang beroperasi mencapai 13 smelter dan tahun ini ditargetkan naik menjadi 16 smelter.

"Pada 2024 kami targetkan 30 smelter nikel beroperasi dengan rencana investasi lebih dari US$ 8 miliar," ungkapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (10/11/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Denda Smelter Molor Gak Berlaku Bagi Kondisi Ini


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading