Bahaya Ini, Penjualan Mobil Ambruk! Kenapa Ya?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
10 November 2021 10:25
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjualan mobil di berbagai negara anjlok pada Oktober 2021. Apa penyebabnya?

Merangkum data MarkLines, berikut pertumbuhan penjualan mobil di sejumlah negara pada Oktober 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy):


Rata-rata penjualan mobil di berbagai negara tersebut terkontraksi (tumbuh negatif) 42,48% yoy. Namun sepertinya bukan sepinya permintaan yang membuat penjualan seret, tetapi lebih ke keterbatasan pasokan.

Industri otomotif dunia tengah menghadapi masalah besar yaitu kelangkaan semikonduktor. Ini membuat banyak pabrikan terpaksa memangkas produksi dan meminta konsumen untuk menunggu (inden).

"Data ini mencerminkan masalah di pasokan (supply constraints). Industri otomotif sedang berhadapan dengan kekurangan semikonduktor. Ditambah lagi ada tekanan inflasi yang mulai terasa sehingga melemahkan kepercayaan konsumen," kata Mike Hawes, CEO Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) di Inggris, seperti dikutip dari Reuters.

Taro Saito, Ekonom NLI Research Institute di Jepang, menegaskan bahwa konsumsi masyarakat sebenarnya meningkat. Namun keterbatasan pasokan membuat penjualan mobil anjlok.

"Kami memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh sekitar 5% pada kuartal IV-2021. Namun ada risiko, seperti supply constraints yang mungkin berlangsung lebih lama dari perkiraan," sebut Saito, seperti diwartakan Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Maaf, Mobil Ini Tak Laku di RI! Penjualan 0 Unit...


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading