Sering Buat Kerokan, Uang Koin Jadul Ini Dijual Ratusan Juta!

News - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
30 October 2021 15:30
Uang Koin 1000 rupiah kelapa sawit. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat masuk angin Anda kerokan dengan uang koin? Pastikan koin yang kamu gunaan bukan koin jadul yang berharga sebelum menyesal!

Pasalnya, situs market place yang kerap menjual barang-barang aneh baru-baru ini membawa gelombang baru barang yang ternyata cukup berharga ratusan juta. Benda itu tidak lain, tidak bukan adalah koin yang boleh jadi kerap digunakan untuk kerokan.

Tidak main-main, koin-koin berharga ini dijual hingga ratusan juta. Berikut daftar uang koin yang dijual dengan harga fantastis berdasarkan pantauan CNBC Indonesia:


Uang koin Rp 25 keluaran tahun 1996 yang bergambar pala

Uang koin Rp 50 keluaran tahun 1971 yang bergambar Cenderawasih

Uang koin Rp 100 keluaran tahun 1978 yang bergambar wayang dan rumah gadang

Uang koin Rp 500 keluaran tahun 1992 yang bergambar bunga melati, berwarna kuning

Uang koin Rp 1.000 yang bergambar kelapa sawit

Selain di market place, ada pula kolektor yang investasi di koin jadul hingga Rp400 juta karena sudah mengumpulkan benda-benda ini sedari kecil. Yohanes Dicky (23 tahun) punya hobi mengumpulkan uang kuno sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ketertarikannya terhadap uang kuno berawal tatkala dirinya suka diberi 'angpao' dari keluarga dan koleganya. Dari semua seri rupiah yang pernah terbit, diakuinya ia sudah memiliki semua serinya. Maka tak heran, dari hobinya itu, investasi untuk mengumpulkan uang kunonya sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Selain koin rupiah, Yohanes juga mengungkapkan kalau ang kuno yang paling banyak dicari di kalangan kolektor adalah uang Gulden zaman penjajahan Belanda. Antara seri tahun 1930-an hingga zaman sebelum Indonesia Merdeka atau di bawah tahun 1945.

Juga yang paling banyak dicari adalah Rupiah yang sengaja dicetak Bank Sentral saat hari-hari peringatan tertentu. Namun diakuinya, uang-uang peringatan khusus RI zaman dahulu sulit didapatkan.

"Yang paling banyak dicari biasanya dari Zaman Belanda, uang yang terbit pada Tahun 1930-an, uang dalam seri wayang itu benar-benar langka. Jepang juga cukup langka koinnya. Kalau Rupiah yang paling banyak dicari itu uang-uang peringatan," jelas Yohanes.

Cuan dari Uang Kuno

Akibat bisa market place, Ahmad Diki Hamdani (25 tahun) justru mengumpulkan cuan dari uang kuno. Ahmad sudah menekuni penjualan uang kuno sejak 2018.

Ahmad sendiri hanya khusus menjual uang-uang kuno dalam mata uang Rupiah. Target pemasaran Ahmad sendiri lebih banyak menjual uang-uang rupiah dengan tahun edar tahun Rp 1990-an.

Melalui Toko Koleksi Uang Indo di e-commercenya itu, Ahmad menjual uang rupiah zaman dahulu dengan mematok harga antara rentang Rp 2.000 hingga tertinggi Rp 400.000. Paling banyak, justru kata Ahmad uang-uang kuno yang dibeli dari tokonya itu dijadikan oleh masyarakat sebagai mahar pernikahan.

"Yang paling mahal itu relatif ya, yang paling tertinggi itu Rp 400.000 samapi Rp 1 juta. Tapi yang jutaan jarang terjual, karena dibeli orang-orang tertentu aja. Lebih sering yang biasa-biasa aja, yang murah-murah, ribuan, puluhan ribu, lebih terjangkau. Biasanya dipakai orang untuk mahar nikah," jelasnya.

Pecahan rupiah yang paling laku di tokonya itu, kata Ahmad yaitu pecahan Rp 500 sampai pecahan Rp 1.000. Seperti diketahui, uang kertas rupiah tahun terbit 1990-an memiliki berbagai macam desain.

Adapun rupiah tahun 1990 yang dijual Ahmad di antaranya yakni uang pecahan Rp 500 bergambar orangutan, kemudian uang Rp 1.000 bergambar lompat batu, uang pecahan Rp 5.000 bergambar sasando.

Dalam menjangkau pasarnya, Ahmad menjual barang-barang koleksi uang kunonya melalui e-commerce, baik itu di Tokopedia, Shopee, hingga BukaLapak. Melalui penjualan uang kunonya tersebut, dia bisa meraup hingga Rp 40 juta per bulan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Intip Recehan yang Katanya Bernilai Ratusan Juta, Kamu Punya?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading