Bahlil Buka-bukaan Soal Smelter Freeport yang Diprotes Papua

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
28 October 2021 10:30
Presiden Joko Widodo Saat Groundbreaking Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia, KEK Gresik, 12 Oktober 2021. ( Biro Pers Sekretariat Presiden/ Lukas)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia sudah memulai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga di Gresik, Jawa Timur. Peletakan batu pertama atau groundbreaking sudah dilakukan pada 12 Oktober lalu, turut disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Namun ternyata, proyek ini menuai protes dari masyarakat Papua.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya mendapatkan banyak protes dari masyarakat Papua mengenai proyek smelter Freeport dibangun di Gresik. Padahal, tambang Freeport lokasinya di Papua.


"Saya mengikuti betul tentang dinamika di Papua dan Papua Barat, khususnya terkait dengan aspirasi saudara di Kadin, asosiasi, baik itu organisasi kepemudaan, adat, kelompok intelek dan sebagainya. Menyampaikan kenapa smelter di bangun di Gresik," kata Bahlil dalam konferensi Pers, Rabu (27/10/2021).

"Saya dapat protes, hingga surat banyak masuk menyatakan, kakak seperti bukan dari Papua saja," lanjutnya.

Bahlil menjelaskan, alasan pembangunan smelter di Gresik karena sudah diputuskan dari 2017-2018 lalu. Pertimbanganya yaitu infrastruktur di Papua belum memenuhi persyaratan, termasuk persoalan listrik, sehingga tidak dibangun di Papua.

Tapi mendengar protes itu, ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh pemerintah. Bahlil mengaku, sudah berkomunikasi dengan Presiden untuk meningkatkan kapasitas produksi tembaga Freeport dan membangun smelter baru di Papua.

Nantinya kapasitas produksi tembaga Freeport dari tambang Grasberg di Papua ditambah menjadi 3,8-4 juta ton per tahun dari hanya 3 juta ton per tahun saat ini. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi, maka ada jatah tembaga yang akan bisa diolah di smelter baru di Papua.

"Kami tingkatkan kapasitas produksi tembaga menjadi 3,8 juta (ton) lebih, nanti lebihnya itu direncanakan akan bangun smelter di Papua ini apa yang kita programkan. Jadi nanti Insya Allah doakan secepat mungkin kapasitas produksi bisa naik menjadi 3,8 juta-4 juta ton. Sisanya akan dibangun untuk smelter di Papua," jelasnya.

Bahlil mengatakan, dia terus memperjuangkan pembangunan smelter di Papua. Namun dia berpesan kebijakan ini juga didukung dengan baik, dan tidak dihambat.

"Jangan dipalang ini palang itu, tapi kita selesaikan dengan kekeluargaan secara baik," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi: Kita Punya Tambang, Tapi yang Nikmatin Spanyol-Jepang


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading