Harga Swab Test PCR Rp 300 Ribu Sudah Murah?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
27 October 2021 09:40
Antrean calon penumpang pesawat yang melakukan test rapid  di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020). Antren panjang ini terjadi karena banyak penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen yang disediakan pihak bandara. Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sempat ramai tadi pagi. Antrean mengular karena antrean rapid test penumpang. Pantauan CNBC pukul 11.30 terlihat antrian namun sudah kondusif. Sejumlah calon penumpang yang menunggu di luar area ruang test bisa duduk. Jelang liburan Natal dan akhir tahun, pemerintah menerapkan syarat minimal berupa hasil tes rapid antigen bagi traveler yang mau bepergian naik kereta api, pesawat terbang hingga kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana menurunkan harga PCR menjadi Rp 300 ribu. Hal ini sejalan dengan wacana penerapannya pada seluruh moda transportasi di Tanah Air jelang Natal dan Tahun Baru.

Hal ini setidaknya diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengatakan harga PCR Rp 300 ribu sudah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).


"Mengenai hal ini arahan presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," kata Luhut dalam konferensi pers, dikutip Rabu (27/10/2021).

Lantas apakah Rp 300 ribu itu sudah murah?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, mengatakan harga tes usap PCR di bandara Indonesia senilai Rp 900 ribu, termasuk dalam kategori 25% termurah di antara bandara-bandara dunia.

"Jadi kalau diturunkan ke Rp 300 ribu itu mungkin masuk 10% kuartal yang paling murah dibandingkan harga di antara bandara-bandara dunia," kata BGS dalam keterangan pers.

Lebih lanjut, dia mengakui harga tes usap PCR di India sebesar Rp 160 ribu termurah di dunia. Semua itu tak lepas dari proses produksi alat dan bahan tes usap PCR dilakukan di India.

Selain itu dia menegaskan pemerintah tidak berencana memberi subsidi untuk tes PCR. Dia menilai harga Rp 300 ribu itu sudah cukup murah.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading