Periode Nataru

Wajib PCR Bakal Berlaku untuk Bus, Begini Masalah di Lapangan

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
26 October 2021 18:50
Bus Transjakarta Jalur Ganjil Genap Bekasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana menerapkan syarat wajib PCR untuk semua moda transportasi, darat, laut dan udara. Pengusaha transportasi meminta keringanan untuk biaya tes disubsidi oleh pemerintah.

"Kita sebenarnya nggak masalah, tapi masyarakat yang kasihan. Pengusaha bus nggak dapat beban. Sekarang kita boleh kapasitas 100%, tapi nanti dibuat akhir tahun itu boleh melakukan kegiatan kalau sudah lolos tes PCR, nah saya tidak keberatan dengan PCR itu, tapi kalau bisa biayanya ditanggung pemerintah," kata Sekretaris Jenderal Organda, Shafruhan Sinungan, kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/10/2021).

Menurut dia tidak semua rakyat sanggup membayar PCR untuk melakukan perjalan dengan angkutan bus antar kota. Walaupun harga PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu, untuk rute tertentu tidak sebanding dengan harga tiket.


Dia mencontohkan empat - lima orang saja sudah Rp 1,2 juta ongkos yang dikeluarkan hanya untuk PCR. Sementara ongkos Jakarta ke Cirebon misalnya Rp 150 ribu, lebih mahal dari harga PCR.

Kini pengusaha tidak berharap mendapat tambahan pendapatan pada liburan Natal dan Tahun baru. Padahal saat ini penumpang bus mulai mengalami peningkatan meski tidak banyak.

"Baru mulai menanjak, dengan pembebasan keterisian 100% mobilitas lumayan naik, tapi persentasenya nggak terlalu banyak," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan membuka opsi pemberlakuan wajib PCR untuk semua moda transportasi, yang akan diterapkan pada libur Nataru.

"Secara bertahap, pengguna tes PCR akan diterapkan pada transportasi lainnya selama mengantisipasi periode Nataru," kata Luhut dikutip, Selasa (26/10/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading