Sadis! Dunia Habiskan US$ 12 Triliun, Covid Tak Juga Selesai

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 October 2021 17:45
A medical worker in protective suit collects a swab from a man during a mass nucleic acid testing in Huichuan district following new cases of the coronavirus disease (COVID-19) in Zunyi, Guizhou province, China October 23, 2021. Picture taken October 23, 2021. cnsphoto via REUTERS   ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 telah membuat banyak negara, termasuk Indonesia mengeluarkan banyak uang. Bahkan dunia sudah menghabiskan dana US$ 12 triliun.

"Total stimulus fiskal global pada tahun 2020 yang dilakukan oleh seluruh negara di dunia mencapai US$ 12 triliun. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tapi juga konsekuensi pada implikasi sosial dan ekonomi dari covid ini," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah webinar Selasa (26/10/2021).


Saat ini perekonomian secara global, kata dia juga mulai berangsur pulih, meskipun belum merata di seluruh negara di dunia.

"Banyak negara masih berjuang dengan varian baru, serta akses vaksin yang tidak berkontribusi dengan baik," ujar Sri Mulyani lagi.

Selain pandemi Covid-19, seluruh negara di dunia saat ini juga tengah menghadapi tantangan lain yakni perubahan iklim atau climate change. Seluruh negara, diklaim Sri Mulyani tidak bisa ditangani sendiri oleh masing-masing negara.

Pada saat yang sama, dunia juga saat ini tengah melihat adanya distrubsi dari teknologi digital, yang telah membentuk keuntungan namun di satu sisi juga telah merusak ekonomi riil dan ekonomi keuangan.

"Itu lah sebabnya perekonomian global paling menantang untuk menghadapi situasi saat ini yang tidak memiliki yurisdiksi dalam hal implikasinya," ujarnya.

"Dalam pertemuan tahunan IMF - World Bank beberapa minggu lalu, tiga topik tersebut menjadi topik paling penting yang sedang dibahas dalam pertemuan ini. Juga menjadi topik dalam pertemuan kementerian keuangan dan bank sentral negara-negara G20," kata Sri Mulyani melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apes! RI Sudah Rugi Rp 1.356 T, Kini Kasus Covid Meledak Lagi


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading