MARKET DATA

Mimpi Luhut: Membalikkan 85% Impor Alkes Jadi Made-in RI

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
21 October 2021 18:20
Mimpi Luhut: Membalikkan 85% Impor Alkes Jadi Made-in RI
Foto: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Saat Konferensi Pers PPKM, Jakarta,11 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Skretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memiliki cita-cita Indonesia bisa mengurangi ketergantungan produk impor, salah satunya yaitu dari sektor alat kesehatan dan obat-obatan yang mayoritas masih dipasok dari luar negeri.

"Kita belajar dari krisis pandemi, 90% kita impor alat kesehatan dan obat-obatan," kata Luhut dalam acara SKK Migas Forum Kapasitas Nasional 2021, Kamis (21/10/2021).

Tapi dengan berjalannya waktu, menurutnya kini Indonesia mulai banyak menggunakan produk dalam negeri, meski belum banyak. Namun Luhut menargetkan ke depan keadaan dominasi impor ini akan berbalik, di mana sebagian besar alat kesehatan dan obat-obatan RI nantinya bisa diproduksi di dalam negeri.

"Sekarang dari peristiwa itu mulai banyak menggunakan produk dalam negeri. Target kita bisa kebalik, kebutuhan kita dari hasil produksi sendiri mencapai 85%. Ini bangsa besar, mari berkarya menggunakan produk dalam negeri," katanya.

Luhut juga mengatakan nasionalisme pemangku kepentingan juga harus ditingkatkan supaya implementasi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) menjadi aksi nyata, tidak hanya menjadi program tertulis.

"Kalau mau maju produk dalam negeri ini kita dapat membuka kesempatan para insinyur kita berinovasi jangan hanya impor saja. Ini saya titip betul ke semua unsur pimpinan di industri," katanya.

Peningkatan komponen dalam negeri nantinya juga berimbas pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Dia menambahkan, diharapkan ada business matching supaya pertumbuhan bisa merata hingga industri paling bawah.

(wia) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Luhut Buka-bukaan Alasan Keberadaan Investor China di Kawasan IMIP


Most Popular
Features