Covid Melonjak, Singapura Perketat Mobilitas Sampai November

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 October 2021 20:30
Infografis/ Fakta-fakta Covid-19 Singapura: 'Meledak' Terus, Melebihi RI/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura memperketat kebijakan pembatasan sosial seiring dengan kembali meningkatnya kasus positif Covid-19.

Berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University, Singapura mencatat rekor kenaikan kasus positif harian tertinggi sejak Mei lalu, yakni sebanyak 3.994 kasus.


Sehingga, secara akumulasi, kasus Covid-19 di negara tersebut sampai dengan 19 Oktober kemarin sudah mencapai lebih dari 155 ribu kasus dengan angka kematian sebanyak 246 jiwa.

"Singapura akan memperpanjang pembatasan sosialnya untuk menahan penyebaran Covid-19 selama sekitar satu bulan untuk mengurangi tekanan pada sistem fasilitas kesehatan," kata pemerintah, dalam pernyataan dikutip Reuters, Rabu (20/10/2021).

Kebijakan pembatasan yang akan kembali diberlakukan antara lain pembatasan interaksi sosial dan makan di luar dua orang untuk memperlambat penularan virus.

Singapura telah memvaksinasi lebih dari 80% dari 5,45 juta penduduknya. Meski begitu, kasus tanpa gejala atau ringan terus meningkat turut meningkatkan tekanan pada rumah sakit dan staf medis.

"Hampir 90% tempat tidur isolasi di sistem rumah sakit kami telah terisi. Lebih dari dua pertiga tempat tidur ICU kami sudah terisi," kata Lawrence Wong, ketua bersama gugus tugas virus pemerintah, saat konferensi pers.

"Ini bukan hanya soal memiliki tempat tidur tambahan atau membeli peralatan baru, tenaga medis kami kelelahan dan kelelahan," imbuhnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading