Internasional

Ngeri! Presiden Ini Dianggap Lakukan Pembunuhan Massal

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 October 2021 09:40
A giant cutout of Brazilian President Jair Bolsonaro towers over demonstrators marching along Paulista Avenue demanding Bolsonaro resign, in Sao Paulo, Brazil, Saturday, July 3, 2021. Activists called for nationwide demonstrations against Bolsonaro, gathering protestors to demand his impeachment amid allegations of potential corruption in the Health Ministry’s purchase of COVID-19 vaccines. (AP Photo/Nelson Antoine)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Brasil Jair Messias Bolsonaro dituduh melakukan pembunuhan massal terhadap warganya karena tidak becus menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Dalam laporan investigasi pemerintah yang bocor, Penyelidikan Parlementer Pandemi Senat Brasil (CPI) menuduh Bolsonaro dan pejabat pemerintah lainnya membiarkan virus corona menyebar ke seluruh populasi.

Langkah Bolsonaro ini bukannya mencapai kekebalan kawanan malah menewaskan lebih dari 600.000 orang. Akibatnya Brasil memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).


Kutipan menunjukkan laporan penyelidikan secara efektif menyalahkan kebijakan pemerintahan Bolsonaro atas lebih dari setengah dari kematian itu. Itu juga meminta agar presiden dihukum dengan tuduhan pembunuhan.

"Pendekatan sembrono pemerintah terhadap pandemi membuat orang Brasil menghadapi risiko nyata infeksi massal," bunyi salah satu kutipan, dikutip dari CNN International, Rabu (20/10/2021). Yang lain menyoroti dugaan "niat untuk mengimunisasi populasi melalui kontaminasi alami."

"Dengan perilaku ini, pemerintah federal, yang memiliki kewajiban hukum untuk bertindak, setuju dengan kematian warga Brasil," kata laporan tersebut.

Draf laporan itu juga merekomendasikan tuntutan pidana terhadap 69 orang lainnya, termasuk tiga putra Bolsonaro dan sejumlah pejabat pemerintah saat ini dan sebelumnya.

Bolsonaro secara langsung juga dituduh melakukan setidaknya 11 kejahatan dalam laporan CPI. Mereka menuduh presiden bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan, hasutan untuk melakukan kejahatan, dan penipuan.

Dokumen akhir setebal 1.200 halaman itu diperkirakan akan dibahas secara resmi di Senat Brasil pada Rabu. Namun, bagian dari draf dokumen masih dapat diubah atau diperbarui sebelum presentasi formalnya.

Jika disetujui oleh Komisi Senat minggu depan, laporan tersebut akan dikirim ke Jaksa Agung Augusto Aras, yang kemudian memiliki waktu 30 hari untuk mengumumkan tindakan sesuai laporan tersebut. Aras, yang secara luas dipandang sebagai sekutu Bolsonaro, diperkirakan tidak akan menuntut Presiden dengan pembunuhan.

Hingga berita ini diturunkan, kantor Bolsonaro tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini. Presiden, yang akan dipilih kembali tahun depan, sebelumnya mengkritik penyelidikan penanganan pandeminya sebagai bermotif politik.

Brasil kini menjadi negara ketiga dengan kasus infeksi Covid-19 terbanyak di dunia. Setidaknya ada total 21.664.879 kasus infeksi dan 603.902 kasus kematian per Rabu, menurut data Worldometers.

 


[Gambas:Video CNBC]

(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading