Ada Ancaman Lebih Ngeri dari Covid, Asia Bisa Terendam Laut!

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 October 2021 20:05
Icebergs are seen at the Disko Bay close to Ilulisat, Greenland, September 14, 2021. REUTERS/Hannibal Hanschke

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman perubahan iklim (climate change) semakin nyata. Para peneliti memperingatkan air laut tetap akan naik meskipun pemanasan global dibatasi atau dihentikan. Hal ini diyakini menjadi lebih mengerikan dari pandemi Covid-19.

Dilansir dari AFP, Selasa (12/10/2021), para peneliti dalam laporan Environmental Research Letters mengatakan laut akan naik selama berabad-abad yang akan datang. Diprediksi kota-kota yang saat ini menjadi rumah bagi setengah miliar orang di dunia akan terendam air laut.

"Sekitar lima persen dari populasi dunia saat ini tinggal di daratan di bawah, di mana tingkat air pasang diperkirakan akan meningkat berdasarkan karbon dioksida yang telah ditambahkan aktivitas manusia ke atmosfer," kata penulis utama laporan, Ben Strauss, CEO dan kepala ilmuwan dari Climate Central.


Dalam laporan tersebut dikatakan wilayah yang berpotensi memburuk adalah Asia, yang menyumbang sembilan dari sepuluh kota besar dengan risiko tertinggi.

Tanah rumah bagi lebih dari setengah populasi Bangladesh dan Vietnam berada di bawah garis pasang tinggi jangka panjang, bahkan di dunia. Kawasan terbangun di China, India dan Indonesia juga akan menghadapi kehancuran.

Sebagian besar proyeksi kenaikan permukaan laut dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap kota-kota di garis pantai berlangsung hingga akhir abad ini. Kenaikan air laut berkisar dari setengah meter hingga kurang dari dua kali lipat, tergantung seberapa cepat polusi karbon berkurang.

Tapi lautan akan terus membengkak selama ratusan tahun setelah tahun 2100, akibat dialiri oleh lapisan es yang mencair, panas yang terperangkap di lautan dan dinamika air yang memanas, tidak peduli seberapa agresif emisi gas rumah kaca diturunkan.

Konsentrasi CO2 hari ini, yang bertahan selama ratusan tahun, 50% lebih tinggi daripada tahun 1800, dan suhu rata-rata permukaan bumi telah meningkat 1,1 derajat Celcius.

Strauss mengatakan itu cukup untuk akhirnya menaikkan permukaan laut hampir dua meter atau lebih dari enam kaki. Meskipun belum tahu apakah itu membutuhkan waktu dua abad atau 10 abad ke depan.

Janji pengurangan karbon nasional di bawah perjanjian Paris 2015 akan masih melihat Bumi menghangat 2,7 celcius pada 2100. Jika upaya untuk mengendalikan gas rumah kaca goyah, suhu bisa naik 4 celcius atau lebih di atas tingkat pertengahan abad ke-19.

Pemanasan sebanyak ini akan menambah enam hingga sembilan meter ke lautan global dalam jangka panjang.

Para peneliti dari Universitas Princeton dan Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim di Jerman berkontribusi dalam penelitian ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada yang Lebih Ngeri dari Covid, Ilmuwan-Tokoh Agama Warning!


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading