Tren Temuan 'Harta Karun' Migas RI Naik Sejak 2019 lho..

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 October 2021 19:14
Kilang minyak

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah punya target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun optimistis jika target ini bisa tercapai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi. Dia mengatakan, optimisme ini karena melihat tren dari tingkat penggantian cadangan terhadap migas yang telah dikuras atau reserve replacement ratio (RRR) mengalami peningkatan sejak tahun 2019.


"Dalam mewujudkan cita-cita target 1 juta bph dan 12 BSCFD, kenapa kita yakin, karena tren dari RRR penemuan cadangan dibandingkan produksi ada peningkatan dari 2019 naik 300%," ungkapnya dalam Webinar Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Roadmap Energi, Selasa (12/10/2021).

Meski RRR pada 2019 naik tajam, pada 2020 menurutnya terjadi penurunan akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Akan tetapi, pihaknya optimistis jika tahun ini akan terjadi peningkatan kembali.

"Sedangkan di tahun 2020 karena pandemi ada penurunan, tapi di tahun 2021 insya Allah akan ada kenaikan lagi," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, setelah RRR naik kembali pada tahun ini dan tahun 2022, 2023 ada penemuan cadangan baru, maka ini akan semakin menambah cadangan migas nasional.

Dia pun mengatakan, demi mencapai target tersebut, setidaknya ada empat upaya yang dilakukan.

Pertama, optimalisasi produksi dari lapangan existing, sehingga terjadi kenaikan produksi. Menurutnya, SKK Migas bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) melakukan pengeboran sumur pengembangan secara masif.

"Secara bertahap bertambah setiap tahun pada 2020 mengebor hanya 250 sumur. Pengeboran di tahun ini lebih dari 500 sumur, dan 2022 akan bor lebih dari 800 sumur dan ke depan akan ada lebih dari 1000 sumur pengembangan akan dilakukan pengeboran," jelasnya.

Kedua, mentransformasi sumber daya yang ada, sehingga mempercepat bisa diproduksikan. Hal ini menurutnya bisa memberikan dampak signifikan. Ketiga, melalui pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR).

"Terakhir, untuk bisa mempertahankan dan menaikkan adalah dengan melakukan eksplorasi," lanjutnya.

SKK Migas juga menyampaikan sampai September 2021, capaian rasio penggantian cadangan terhadap produksi yang telah dikuras (RRR) ini telah memberikan tambahan cadangan migas sebesar 521 juta barel setara minyak (MMBOE) atau setara dengan 83,3% dari keseluruhan target tahun 2021 sebesar 625 juta barel setara minyak (MMBOE).

Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara menyatakan, dengan realisasi tersebut, maka prognosa capaian RRR di bulan November 2021 akan mencapai sekitar 134% karena penambahan cadangan migas secara signifikan diperkirakan akan terjadi di dua bulan terakhir tahun 2021.

SKK Migas memperkirakan setidaknya capaian RRR di akhir tahun adalah sebesar 186%. Bahkan, bisa meningkat hingga 240% apabila usulan insentif disetujui oleh pemerintah.

"Jika semuanya berjalan lancar, maka diperkirakan di akhir tahun ini RRR bisa mencapai 240%. POD yang masih dalam proses pembahasan tersebut akan memberikan tambahan cadangan migas yang sangat besar," kata Benny.

Salah satu strategi peningkatan produksi migas yakni upaya mempercepat Resource to Production (R to P). Keberhasilan pembahasan POD tidak hanya berdampak pada capaian RRR, tetapi juga langkah penting untuk upaya mencapai target produksi 1 juta bph minyak dan gas 12 BSCFD gas pada 2030.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan RI Susah Temukan Cadangan Migas Baru


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading