Harga Tanah di Kota Baru Walini Melesat Gara-gara Spekulan!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
12 October 2021 15:25
Presiden Joko Widodo Meninjau Proyek Casting Yard #1  Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Kabupaten Bekasi (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga berdampak kepada pertumbuhan properti kawasan yang dilewati. Imbasnya, harga tanah wilayah yang mendapat akses seperti kawasan Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meroket.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, peningkatan harga tanah pada daerah itu karena spekulan tanah yang sudah mengetahui adanya pengembangan wilayah itu. Terlebih ada fasilitas infrastruktur pendukung seperti jalan tol dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Itu karena spekulasi pemilik tanah. Sering begitu kalau mau ada pembangunan kota. Inget dulu BSD, Jonggol juga begitu dan itu wajar. Karena dilewati stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga kan," katanya.

Mengutip OLX, perbedaan harga tanah di Cikalong Wetan, Bandung Barat, yang sudah dikavling pada kawasan itu memang berbeda jauh. Bagi yang berdekatan dengan stasiun kereta cepat, harga tanah dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per meter persegi. Fasilitas berdekatan dengan kantor camat Cikalong Wetan, pintu tol Walini Raya, hingga stasiun kereta cepat.



Sementara untuk penjualan tanah di Cikalong Wetan yang tidak berdekatan dengan stasiun kereta api cepat, dijual dengan harga Rp 290 ribu per meter persegi.

Namun, untuk proyeksi pembangunan dari pengembang dan calon pembeli belum bisa diproyeksi. Menurut Panangian, konsep pembangunan pada daerah itu belum jelas, karena belum dirilis ke publik.

"Masih di konsorsium pengembangan daerahnya seperti apa. Yang saya tahu konsepnya kota resort dan kota hijau. Karena di situ ada juga ada kebun teh. Kalau saya lihat memang ini sangat potensial," ujarnya.

Menurut dia, potensi lokasi Walini ini sangat strategis, terutama bagi peminat properti yang berasal dari Jakarta dan Bandung. Karena ada masyarakat yang Bandung yang bekerja di Jakarta begitu juga sebaliknya.

"Hubungan Jakarta-Bandung cukup baik. Jadi kalau ada transportasi umum super cepat misal hanya 40 menit ke Jakarta dari Bandung tentu akan dimanfaatkan. Sehingga banyak mau minat pada kawasan ini (yang dapat akses KA Cepat)," katanya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aji Mumpung! Harga Tanah di Dekat Proyek Kereta Cepat Melesat


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading