Covid-19 Varian Baru Naik Terus di DKI, Duh Kenapa Ini?
Chandra G, CNBC Indonesia
Kamis, 07/10/2021 09:49 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia - Covid-19 varian baru ternyata masih terus meningkat di DKI Jakarta. Melihat data pada 6 Oktober 2021, totalnya sudah melampaui seribu kasus.
Varian Delta di DKI saat ini totalnya mencapai 1.023.
DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak menyumbang varian baru Corona. Di catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 2 Oktober terkait identifikasi varian Alpha, DKI Jakarta juga memimpin, dengan temuan terbanyak ketimbang provinsi lainnya, yaitu 37 kasus. Begitu pula dengan varian Beta, DKI di posisi pertama identifikasi kasus tertinggi, melaporkan 12 kasus.
Sementara dalam tren COVID-19 harian, kasus baru di ibu kota juga masih menjadi penyumbang terbanyak di Indonesia. Ada 203 orang yang terinfeksi COVID-19.
Saat ini DKI Jakarta masih berstatus PPKM Level 3.
Berikut data nasional varian baru Covid-19 :
Varian Delta: 3.160 kasus
Aceh: 53 kasus Sumatera Utara: 86 kasus Sumatera Barat: 75 kasus Bengkulu: 18 kasus Sumatera Selatan: 58 kasus Jambi: 80 kasus Kepulauan Riau: 7 kasus Kepulauan Bangka Belitung: 42 kasus Riau: 30 kasus Lampung: 6 kasus Banten: 28 kasus Jawa Barat: 456 kasus DKI Jakarta: 1.023 kasus DIY: 20 kasus Jawa Timur: 49 kasus Jawa Tengah: 202 kasus Bali: 33 kasus Nusa Tenggara Barat: 64 kasus Nusa Tenggara Timur: 102 kasus Kalimantan Tengah: 3 kasus Kalimantan Barat: 37 kasus Kalimantan Timur: 299 kasus Kalimantan Utara: 59 kasus Kalimantan Selatan: 41 kasus Sulawesi Selatan: 24 kasus Sulawesi Utara: 36 kasus Sulawesi Tengah: 51 kasus Sulawesi Tenggara: 20 kasus Sulawesi Barat: 22 Gorontalo: 1 kasus Maluku: 19 kasus Maluku Utara: 43 kasus Papua: 12 kasus Papua Barat: 15 kasus
Varian Beta: 22 Kasus
DKI Jakarta: 12 kasus Jawa Barat: 7 kasus Jawa Timur: 2 kasus Bali: 1 kasus
Varian Alpha: 65 kasus
Sumatera Utara: 2 kasus Riau: 1 kasus Sumatera Selatan: 1 kasus Lampung: 1 kasus Kepulauan Riau: 7 kasus DKI Jakarta: 37 kasus Jawa Barat: 11 kasus Jawa Timur: 2 kasus Jawa Tengah: 1 kasus Kalimantan Selatan: 1 kasus Bali: 1 kasus