Bukan di Film, Singapura Pakai Robot Polisi di Mal-Mal

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
06 October 2021 20:37
Robot Xavier mulai dikerahkan buat melakukan patroli di pusat keramaian penduduk di Singapura. (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura telah menguji coba robot yang bertugas sebagai polisi patroli. Robot itu nantinya akan memberikan peringatan kepada orang-orang yang terlibat dalam penyimpangan perilaku sosial.

Mengutip France24, robot itu yang bernama Xavier itu dilengkapi dengan dengan tujuh kamera pengawas. Pelanggaran yang akan disoroti termasuk merokok di area terlarang, memarkir sepeda dengan tidak benar, dan melanggar aturan jarak sosial virus corona.

"Tolong jaga jarak satu meter, tolong jaga lima orang per kelompok," sebuah suara robot terdengar, saat kamera di atas mesin mengarahkan pandangannya pada pejalan kaki dan warga.


Selama uji coba tiga minggu pada bulan September, dua robot dikerahkan untuk berpatroli di perumahan dan pusat perbelanjaan. Warga sendiri mengaku pesimis dengan keberadaan robot yang hanya memberikan peringatan itu.

"Ini mengingatkan saya pada Robocop," kata Frannie Teo, asisten peneliti berusia 34 tahun yang sedang berjalan-jalan di mal.

"Ini mengingatkan pada dunia robot dystopian... Saya hanya sedikit ragu dengan konsep semacam itu," tambahnya.

Dari sisi lain, Pemerintah Singapura mengatakan bahwa meski robot-robot itu hanya memberikan peringatan, metode ini cukup berhasil untuk mengatasi kurangnya jumlah personil di kepolisian.

"Tenaga kerja sebenarnya menyusut," kata Ong Ka Hing, dari lembaga pemerintah yang mengembangkan robot Xavier.

Negara pusat keuangan Asia yang berpenduduk sekitar 5,5 juta orang itu sebenarnya memiliki 90 ribu kamera pengintai polisi. Jumlah yang akan berlipat ganda pada tahun 2030, dengan teknologi pengenalan wajah yang dapat dipasang di tiang lampu kota.

Meski begitu, hal ini mendapatkan pertentangan dari beberapa kelompok masyarakat. Mereka menilai bahwa ini telah melanggar hak privasi yang dimiliki oleh warga.

"Tidak ada batasan hukum privasi tentang apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan pemerintah," kata Indulekshmi Rajeswari, pengacara privasi dari Singapura yang kini berbasis di Jerman.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading