Usai Luncurkan Rudal, Korut Ngamuk ke PBB, Kenapa?

News - Bramudya Prabowo, CNBC Indonesia
03 October 2021 17:15
This photo provided by the North Korean government Thursday, Sept. 16, 2021, shows a test missile launched from a train on Sept. 15, 2021, in an undisclosed location of North Korea. North Korea says it succeeded in launching ballistic missiles from a train for the first time in part of continuing efforts to bolster its “war deterrence,” a day after the two Koreas tested-fired missiles hours apart. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) pada hari minggu waktu setempat, mengecam Dewan Keamanan PBB karena mengadakan pertemuan darurat mengenai uji coba rudal terbaru yang dilakukan mereka.

Mengutip dari CNN International, Korea Utara menuduh negara yang tergabung dalam Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mulai bermain-main dengan bom waktu. Selain itu, Korut juga menyebut DK PBB menerapkan standar ganda terkait kegiatan militer mereka di antara negara-negara anggota PBB lainnya. Hal ini bermula dari kritik tajam dunia internasional terkait beberapa uji coba rudal yang dilakukan Korut baru-baru ini.

"Ini adalah penolakan terhadap ketidakberpihakan, objektivitas dan keseimbangan dalam jalur kegiatan PBB, dan manifestasi nyata dari standar kesepakatan ganda," kata Pejabat Senior Kementerian Luar Negeri Korut Jo Chol Su.


Menilik terkait rudal yang dikembangkan oleh Korut, yakni rudal anti pesawat, memiliki ukuran jauh lebih kecil dibandingkan rudal balistik yang dilarang dikembangkan di Korut, berdasarkan resolusi DK PBB. Rudal ini juga lebih sulit terdeteksi dari jauh oleh musuh.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken sempat mengatakan sikap Korut meningkatkan ketidakstabilan pasca serangkaian ujicoba rudal oleh Korut.

"Kami prihatin dengan pelanggaran berulang terhadap resolusi Dewan Keamanan yang menurut saya menciptakan prospek ketidakstabilan dan ketidakamanan yang lebih besar," kata Blinken kepada wartawan setelah pembicaraan perdagangan AS-Uni Eropa di Pittsburgh, Kamis (30/9/2021).

Blinken mengatakan AS tidak dapat mengkonfirmasi klaim Korut telah menguji rudal luncur hipersonik, yakni senjata potensial karena dapat terbang lima kali kecepatan suara.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading