Gegara Covid-19 Total Populasi Singapura Susut 4%, Kok Bisa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 September 2021 20:07
Lonjakan Covid-19 yang terjadi membuat pemerintah Singapura memutuskan untuk memperketat pembatasan sosial warganya. (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta, CNBC Indonesia - Singapura mencatat rekor penurunan jumlah populasi selama setahun terakhir. Laporan singkat tahunan pemerintah mengungkapkan aturan pembatasan dan kondisi pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab utamanya.

Data Departemen Statistik pada Selasa (28/9/2021) memaparkan total populasi Singapura pada Juni kembali turun untuk tahun kedua berturut-turut. Ini turun menjadi 5,45 juta dari 5,69 juta pada 2020.

Penurunan populasi 4,1% ini adalah penurunan year-on-year (yoy) terbesar sejak 1950. Penurunan populasi 2020 tercatat 0,3%, sementara 0,1% pada 1986.


Penurunan sebagian besar berasal dari populasi non-penduduk, yang turun 10,7% menjadi 1,47 juta per Juni. Tahun 2020, penurunan non-penduduk mencapai 2,1%. Ini terjadi akibat berkurangnya pekerja asing di tengah pembatasan terkait pandemi.

Para pekerja ini merupakan 20% dari populasi non-penduduk, dibandingkan dengan tanggungan (18%) dan pekerja rumah tangga migran (16%). Pemegang izin kerja dan kartu S masing-masing juga terdiri dari 11% dari kelompok tersebut.

Populasi warga Singapura juga turun 0,7% menjadi 3,5 juta, sedangkan penduduk tetap (PR) turun 6,2% menjadi 0,49 juta. Ini adalah penurunan pertama dari yoy, baik dalam jumlah penduduk maupun penduduk sejak data dikumpulkan pada tahun 1970.

Populasi warga negara Singapura juga terus menua. Sebanyak 17,6% berusia 65 tahun ke atas dibandingkan dengan 16,8% pada Juni 2020 dan 10,1% pada 2011. Laju penuaan lebih cepat dibandingkan dengan dekade terakhir, dan kelompok yang lahir dari tahun 1946 hingga 1964 memasuki rentang usia 65 tahun.

Proporsi mereka yang berusia 65 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 23,8% pada tahun 2030.

Di sisi lain, proporsi penduduk berusia 20 hingga 64 tahun telah turun dari 65,1% pada 2011 menjadi 61,9% saat ini, dan diperkirakan akan terus menurun menjadi sekitar 56% pada 2030.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading