Indonesia Siap 'Kipas-kipas' Rp 384 T dari Jualan Batu Bara!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
28 September 2021 10:45
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali menembus rekor. Sentimen utama pengerek harga si batu hitam adalah tingginya permintaan, salah satunya dari Eropa.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 202,95/ton. Melonjak 6,2% dari posisi akhir pekan lalu sekaligus menjadi rekor tertinggi setidaknya sejak 2008.

Batu bara benar-benar membawa tahun ini. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga komoditas ini melejit 154,35% secara point-to-point.


Harga gas yang semakin mahal ikut mengatrol harga batu bara. Dalam sepekan terakhir, harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma) melonjak 18,01%. Secara year-to-date, harga melambung 131,71%.

Harga gas yang semakin mahal membuat biaya pembangkitan listrik dengan bahan bakar ini kian tidak ekonomis. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas alam adalah EUR 75,32/MWh pada 21 September 2021. Dengan batu bara, harganya hanya EUR 44,18/MWh. Ini membuat batu bara kembali menjadi primadona, bahkan di Eropa yang menjunjung tinggi isu ramah lingkungan.

"Menurut kajian kami, pembangkitan listrik dengan batu bara di Eropa naik hingga ke mendekati titik puncak. Kenaikan harga gas akan semakin mendorong pertumbuhan harga batu bara, seiring konsumsi yang semakin bertambah," sebut Toby Hassall, Analis Refinitiv, dalam risetnya.

Halaman Selanjutnya --> Batu Bara Indonesia Belum Sampai ke Eropa

Batu Bara Indonesia Belum Sampai ke Eropa
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading