Pasokan Gas RI Bakal Melimpah di 2030, Dijual ke Mana?

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
23 September 2021 10:40
INFOGRAFIS, Indonesia Masuk 5 Negara Terbesar Eksportir Gas Foto: Infografis/Ekspor Gas Indonesia/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah punya target produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030 mendatang.

Namun untuk produksi gas, masih tersandung masalah pembeli gas yang minim. Pasokan gas ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan gas RI sampai 2030, tapi masih ada potensi terjadinya kelebihan pasokan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Taslim Z. Yunus dalam diskusi daring Ruang Energi, Rabu (22/09/2021).

Dia mengatakan, saat ini banyak sekali rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) proyek gas yang sudah disetujui pemerintah. Misalnya, proyek gas raksasa seperti Blok Masela, Maluku yang dikelola Inpex Masela Ltd.

"Kita tahu sekarang ini banyak PoD yang disetujui pemerintah, seperti Masela, Genting Oil, dan beberapa tempat di Sumatera yang belum ada marketnya," ungkapnya.

Belum adanya pasar yang bakal menyerap gas ini menurutnya menjadi sebuah tantangan besar, terutama bagaimana PoD yang sudah disetujui bisa dikomersialkan, diproduksi dalam waktu dekat.

"Inilah upaya kita saling kerja sama produksikan PoD yang sudah disetujui. Dari tahun 2012 sampai saat ini growth dari kebutuhan gas dalam negeri rendah dibandingkan ekonomi kita 4%-5%, dari demand kelihatan kecil 1%," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berbagai upaya dilakukan agar produksi gas ini bisa terserap. Kerja sama dengan pembeli gas terus dilakukan agar cadangan-cadangan yang sudah PoD dan sudah dikontrakkan bisa diambil sesuai dengan kontrak.

"Kalau tetap growth seperti ini, jadi tantangan besar. Ke mana gas ini yang 12 BSCFD bisa diproduksikan? Kalau gak ada terobosan baru, market gas ini besar, ini merupakan tantangan investasi. Kalau belum temukan shortcut quick win dalam waktu dekat, ini tantangan investasi di Indonesia," tuturnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Apa Iya RI Kaya Minyak? Cek Dulu nih Data Terbarunya!


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading