Internasional

Dear Raja Salman, Covid RI Turun, Kapan Bisa Umrah/Haji Lagi?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 September 2021 13:50
Umat Muslim mengelilingi Ka'bah, saat menjalani ibadah Umrah, di kota suci Muslim di Mekah, Arab Saudi. (AP/Amr Nabil)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi kini berada di Amerika Serikat (AS). Tidak hanya menghadiri pembukaan High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, ia juga sempat melakukan pertemuan dengan menlu dari beberapa negara, termasuk Arab Saudi.

Dalam pertemuan dengan Menlu Arab Saudi Faisal Bin Farhan Al Saud, Retno menyampaikan data situasi Covid-19 di Indonesia yang sudah sangat menurun dibanding beberapa waktu sebelumnya. RI berharap Arab Saudi bisa meninjau sejumlah kebijakan ke RI, termasuk vaksin dan umrah.


"Dalam pertemuan dengan Menlu Arab Saudi, saya sampaikan mengenai data situasi Covid di Indonesia yang sudah sangat menurun," kata Retno dalam press briefing virtual, Rabu (22/9/2021).

"Saya mengharapkan kiranya data-data tersebut digunakan oleh otoritas Arab Saudi di dalam meninjau kembali kebijakan terkait vaksin, umrah dan lain-lain."

Sebagaimana diketahui, Arab Saudi masih menangguhkan penerimaan jemaah umrah dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Negara kerajaan tersebut belum mencabut Edaran General Authority Civilization Aviation Nomor 4/43917 tertanggal 2 Februari 2021 lalu.

Sebenarnya sejak 28 Agustus, Arab Saudi sudah melonggarkan aturan penerbangan dan memperbolehkan sejumlah negara masuk. RI ada didalamnya namun sangat terbatas hanya ke yang memiliki izin tinggal dan sudah divaksin.

Ini pun tak serta merta membuka pintu wisata religi ini. Haji juga masih tak bisa dilakukan warga dari Indonesia, kecuali ekspatriat dengan kuota tertentu.

Di kesempatan yang sama, Retno juga mengaku membicarakan menekankan mengenai pentingnya izin penggunaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (EUL WHO) dalam pengambilan kebijakan terkait vaksin. Arab Saudi hanya mengizinkan pendatang yang telah menerima vaksin China, Sinovac dan Sinopharm masuk dengan booster vaksin mRNA seperti Pfizer/BioNTech atau Moderna.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya juga membahas perkembangan di Afghanistan. Di mana kedua negara berencana melanjutkan koordinasi dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam menyikapi perkembangan negeri yang dikuasai Taliban itu.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading