RI Bisa Saja Terjebak di 'Lingkaran Setan' Covid-19, Ngeri!

News - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
17 September 2021 14:55
Ilustrasi Virus Covid-19 (Photo created by wirestock via Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bisa dihadapkan pada cerita berulang ke depannya bila dengan asumsi coronavirus disease (covid-19) terus ada.

Di mana ketika mobilitas masyarakat meningkat, kasus positif covid ikut melonjak. Selanjutnya dilakukan pengetatan mobilitas dan efek negatifnya berlanjut ke perekonomian.

"Situasi yang kemungkinan besar hidup dengan endemi akan selalu terus terjadi," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam webinar, Jumat (17/9/2021)


Hal ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Teranyar memang ketika pasca hari raya Idul Fitri. Ditambah dengan hadirnya varian delta yang diketahui memiliki tingkat penyebaran lebih ganas dari sebelumnya.

Kini mobilitas kembali dilonggarkan seiring dengan penurunan kasus harian. Beberapa sektor yang tadinya ditutup rapat, mulai dilakukan uji coba pembukaan dengan protokol kesehatan yang amat ketat.

Pemerintah mengupayakan beberapa hal agar kondisi yang sama tidak kembali terulang dengan dampak lebih berat. Di antaranya adalah percepatan vaksinasi. Hingga 15 September 2021, realisasi vaksinasi Indonesia sudah mencapai 118 ,9 juta dosis.

Selain itu juga dilakukan lebih masif mengenai testing, tracing dan treatment. Juga termasuk kesiapan fasilitas kesehatan, meliputi rumah sakit, tenaga kesehatan hingga obat-obatan.

"Maka dari itu (yang diharapkan) fluktuasi itu jangan naik turun terlalu cepat dan tinggi," jelasnya.

"Kalau virus ini ada terus memiliki potensi penularan maka penularan kita tekan seminimal mungkin dan sestabil mungkin sehingga kegiatan ekonomi bisa dilakukan," tegas Suahasil.

Pada 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi hingga 2,07%. Tahun ini diharapkan pemulihan ekonomi bisa berlanjut dengan target pertumbuhan 3,7-4,5% dan pada 2022 sebesar 5,2%.

"Mobilitas manusia itu memiliki dampak kegiatan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan PPKM Belum Disetop


(mij/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading