Vaksin Covid-19 Anak di Bawah 12 Tahun Harus Dipertimbangkan

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
16 September 2021 20:56
In this photo released by Xinhua News Agency, a medical worker injects a man with a COVID-19 vaccine at a healthcare center in Beijing, China, Saturday, Jan. 2, 2021. China authorized its first homegrown COVID-19 vaccine for general use on Dec. 31, 2020, adding another shot that could see wide use in poorer countries as the virus surges back around the globe. (Peng Ziyang/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - China dinilai harus mempertimbangkan untuk memvaksin anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Ahli Program Imunisasi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, Wang Huaqing.

"Hanya ketika lebih banyak orang divaksinasi, efek (vaksin) dapat benar-benar terwujud," kata Wang dalam jumpa pers, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/9/2021).

"Warga di bawah usia 12 tahun, yang belum divaksinasi, harus dipertimbangkan juga (untuk program imunisasi China)," imbuhnya.


Data menunjukkan, lebih dari 70% populasi di China telah menerima vaksin Covid-19. Sekitar 1,01 miliar orang atau sekitar 72% dari 1,4 miliar penduduk sudah mendapatkan dua dosis vaksin per 15 September 2021.

Bisa dikatakan, China adalah salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Meski begitu, Wang mengatakan China harus tetap waspada karena virus corona varian Delta dapat merusak upaya untuk membangun kekebalan kelompok.

Komentar Wang muncul saat ada lonjakan kasus di Provinsi Fujian, yang tercatat memiliki 200 kasus dalam waktu kurang dari seminggu. Ini termasuk infeksi di antara siswa yang tidak divaksinasi dari setidaknya lima sekolah dasar dan empat taman kanak-kanak.

Dua vaksin utama China, yang dikembangkan oleh Sinovac dan Sinopharm, telah disetujui untuk digunakan pada anak-anak dari usia tiga tahun. Namun pihak berwenang belum membuat anak-anak di bawah 12 tahun memenuhi syarat untuk program tersebut.

Wang meminta China untuk terus meningkatkan strategi imunisasinya melawan corona dan mengembangkan vaksin yang lebih baik.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading